Kamu pasti sudah cukup familiar dengan jargon 4 sehat 5 sempurna, kan? Ya, ini adalah kampanye yang dilakukan pemerintah sejak tahun 1955.
Tujuannya, untuk membuat masyarakat memahami pola makan yang benar, sesuai dengan kebutuhan nutrisi tubuh.
Slogan ini dicetuskan oleh guru besar ilmu gizi pertama Indonesia, Prof. Poerwo Soedarmo pada tahun 1950-an.
Makanan 4 Sehat 5 Sempurna
Dalam konsep 4 sehat 5 sempurna, makanan sehat terdiri dari empat sumber nutrisi penting meliputi makanan pokok, lauk pauk, sayuran, dan buah-buahan.
Kemudian, disempurnakan dengan minum susu karena kaya akan protein, vitamin D, kalsium, vitamin B12, vitamin A, fosfor, dan gizi lainnya.
-
Makanan Pokok
Sumber energi tubuh paling besar didapatkan dari makanan pokok harian yang dikonsumsi.
Terutama, yang kaya kandungan karbohidrat, seperti nasi, jagung, gandum, kentang, oat, dan umbi-umbian.
-
Lauk Pauk
Pendamping makanan pokok ini berfungsi sebagai sumber zat pembangun untuk tubuh.
Makanan lauk pauk beragam, biasanya memiliki kandungan protein. Misalnya, telur, daging, ikan, tahu, dan tempe.
-
Sayur Mayur
Sayuran hijau sangat disarankan karena penting untuk nutrisi tubuh. Warna hijau sayur mengandung klorofil sebagai sumber antioksidan.
Selain itu, sayuran juga kaya kandungan sulfarophane dan isothiocynate yang bersifat anti-kanker. Serta, terdapat banyak vitamin, serat, dan protein nabati.
-
Buah-buahan
Kandungan air, vitamin, mineral, dan serat tinggi dalam buah-buahan bermanfaat untuk menjaga kesehatan pencernaan dan kebugaran tubuh.
-
Susu
Terakhir, susu adalah pelengkap dari contoh makanan 4 sehat 5 sempurna di atas.
Pedoman Gizi Seimbang
Sejak tahun 1990-an, slogan 4 sehat 5 sempurna dianggap sudah tidak memenuhi perkembangan dan pemenuhan gizi saat ini.
Hingga, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan mengganti prinsip 4 Sehat 5 Sempurna dengan Pedoman Gizi Seimbang (PGS).
Dalam Pedoman Gizi Seimbang, ada empat poin yang harus dijalani agar gizi baik dapat terpenuhi.
Di antaranya, variasi makanan, pola hidup bersih, pola hidup aktif dan olahraga rutin, serta memantau berat badan sesuai Indeks Massa Tubuh (IMT).
Mengacu pada Nutrition Guide for Balanced Diet, PGS diyakini mampu mengatasi masalah ganda terkait gizi, baik kekurangan atau kelebihan gizi.
Adapun pengelompokkan sumber makanan Gizi Seimbang terbagi tiga, yaitu:
- Sumber energi/tenaga: padi-padian, umbi-umbian, tepung-tepungan, sagu, jagung, dan lainnya.
- Sumber zat pengatur: sayuran dan buah-buahan.
- Sumber zat pembangun: ikan, ayam, telur, daging, susu, kacang-kacangan, dan hasil olahan seperti tempe, tahu, oncom, susu kedelai.
Bedanya 4 Sehat 5 Sempurna dan Pedoman Gizi Seimbang
Lalu muncul pertanyaan, apa perbedaan 4 Sehat 5 Sempurna dan Pedoman Gizi Seimbang?
Berdasarkan rilis resmi Kementerian Kesehatan RI tahun 2016, terdapat beberapa perbedaan mendasar terkait dua jargon tersebut.
Penekanan Pesan
- 4 Sehat 5 Sempurna: Menekankan pada konsumsi nasi, lauk pauk, sayur, buah, dan disempurnakan dengan susu.
- Gizi Seimbang: Susunan makanan harian mengandung zat-zat gizi sesuai dengan kebutuhan tubuh. Di sini, susu bukan sebagai makanan penyempurna.
Porsi Makanan
- 4 Sehat 5 Sempurna: Tidak menyertakan jumlah (porsi) yang harus dikonsumsi dalam sehari.
- Gizi Seimbang: Ada porsi harian. Jika pola makan tinggi karbohidrat, tinggi lemak, sedikit protein, sedikit sayur dan buah, maka itu tidak sehat.
Kebutuhan Minum Air Mineral
- 4 Sehat 5 Sempurna: Tidak menggambarkan bahwa tubuh perlu minum air mineral secara cukup, aman, dan bersih.
- Gizi Seimbang: Kebutuhan air mineral sangat penting, minimal 2 liter atau 8 gelas per hari.
Nah, terlepas dari prinsip menu makanan 4 Sehat 5 Sempurna maupun Pedoman Gizi Seimbang, memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh adalah suatu keharusan bagi setiap individu.
Sebab, dengan variasi makanan bergizi dan pola hidup sehat, tubuh pun akan selalu bugar dan terhindari dari berbagai penyakit.
Semoga tulisan ini bermanfaat. Jangan lupa baca artikel dan berita lainnya hanya di INDOZONE.
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: