Ilustrasi Kolase dalam Seni Rupa.
INDOZONE.ID - Jika kamu pernah membuat gambar dari potongan kertas warna, daun kering, atau bahan bekas lainnya yang ditempel hingga membentuk karya tertentu, berarti kamu sudah mengenal seni kolase.
Karya seni ini cukup populer karena mudah dibuat dan bahan-bahannya juga mudah ditemukan di sekitar kita.
Baca juga: Momen Mengharukan, Mahasiswi Ini Mendapat Sambutan Hangat dari Orang Tua Usai Sidang
Kolase adalah karya seni rupa yang dibuat dengan cara menempelkan berbagai bahan pada suatu bidang hingga membentuk gambar atau komposisi tertentu.
Baca juga: Sudah Berusaha Keras tapi Tak Kunjung Puas? Ini Alasan Kamu Nggak Pernah Merasa Cukup
Istilah kolase berasal dari bahasa Prancis coller yang berarti "merekatkan". Karena itu, teknik utama dalam pembuatan kolase memang mengandalkan proses menempel atau merekatkan berbagai material menjadi satu karya yang utuh.
Bahan yang digunakan pun sangat beragam, mulai dari kertas, kain, daun kering, biji-bijian, plastik bekas, hingga potongan kayu. Menariknya, bentuk asli bahan tersebut biasanya masih tetap terlihat sehingga menjadi ciri khas karya kolase.
Kolase bisa dibedakan berdasarkan beberapa kategori berikut.
Kolase seni murni (fine art) dibuat untuk tujuan artistik atau keindahan semata. Sementara itu, kolase seni terapan (applied art) dibuat untuk kebutuhan praktis sekaligus dekoratif, misalnya hiasan dinding, dekorasi ruangan, atau kerajinan tangan.
Baca juga: 17 Caption Singkat tentang Kabut dalam Bahasa Inggris yang Estetik dan Penuh Rasa
Kolase dua dimensi (dwimatra) dibuat pada bidang datar seperti kertas, karton, atau kanvas. Sedangkan kolase tiga dimensi (trimatra) dibuat pada media yang memiliki volume atau bentuk ruang sehingga hasilnya tampak lebih nyata.
Kolase representatif menampilkan objek yang masih mudah dikenali, misalnya gambar bunga, hewan, rumah, atau manusia.
Sementara kolase nonrepresentatif lebih bersifat abstrak dan fokus pada susunan warna, tekstur, serta bentuk tanpa menggambarkan objek tertentu.
Kolase juga bisa dibuat dari berbagai jenis bahan, seperti:
Baca juga: Kenapa Orang Bisa Terjebak Toxic Productivity? Ini yang Terjadi di Otak!
Salah satu hal yang membuat kolase menarik adalah kebebasan dalam memilih bahan. Kamu bisa memanfaatkan barang-barang yang ada di rumah, seperti:
Semakin kreatif dalam memilih bahan, semakin unik juga hasil kolase yang bisa dibuat.
Karena teknik utamanya adalah menempel, alat yang paling penting tentu saja lem atau perekat. Selain itu, beberapa alat yang sering digunakan antara lain:
Baca juga: 17 Caption Singkat tentang Kabut yang Puitis, Tenang, dan Penuh Rasa
Dalam proses pembuatannya, ada beberapa teknik yang umum digunakan, seperti:
Teknik-teknik tersebut bisa dikombinasikan sesuai kebutuhan dan kreativitas pembuatnya.
Jika ingin mencoba membuat kolase sendiri, kamu bisa mengikuti langkah-langkah sederhana berikut:
Baca juga: Selalu Merasa Kurang Meski Sudah Berusaha Keras? Bisa Jadi Kamu Terjebak Toxic Productivity!
Dengan bahan yang mudah ditemukan dan cara membuat yang sederhana, kolase menjadi salah satu karya seni yang cocok dicoba oleh anak-anak maupun orang dewasa. Selain melatih kreativitas, aktivitas ini juga bisa menjadi cara seru untuk memanfaatkan barang bekas menjadi karya yang menarik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mamikos.com