Pasangan yang sedang bertengkar. (photo/Ilustrasi/Pexels/Vera Arsic)
INDOZONE.ID - Dalam ajaran Islam, jin merupakan makhluk ciptaan Allah SWT yang hidup berdampingan dengan manusia di alam yang berbeda.
Salah satu nama jin yang cukup sering dibahas dalam kaitannya dengan kehidupan rumah tangga adalah Jin Dasim. Sosok ini diyakini memiliki tugas untuk memicu perselisihan dan mengganggu keharmonisan keluarga.
Karena itu, penting untuk memahami apa itu Jin Dasim, ciri-ciri yang sering dikaitkan dengannya, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga keharmonisan keluarga. Berikut diantaranya.
Baca juga: Mengenal 6 Jenis Kekerasan dalam Rumah Tangga, Bukan Hanya Fisik
Ilustrasi jin (photo/unsplash/@maksymvlasenko)
Jin Dasim dikenal sebagai salah satu bala tentara Iblis yang dalam beberapa penjelasan Islam dipercaya memiliki tugas khusus untuk mengganggu kehidupan rumah tangga manusia.
Gangguan yang dilakukan tidak selalu berupa masalah besar, melainkan dimulai dari persoalan kecil yang kemudian berkembang menjadi konflik berkepanjangan.
Menurut kepercayaan yang berkembang, Jin Dasim berusaha menanamkan rasa curiga, emosi, dan kesalahpahaman di antara anggota keluarga. Akibatnya, hubungan yang sebelumnya harmonis dapat berubah menjadi penuh pertengkaran dan ketegangan.
Baca juga: 5 Cara Menjadi Ibu Rumah Tangga Produktif, Anti Nganggur dan Seru!
Salah satu fakta yang paling sering dikaitkan dengan Jin Dasim adalah perannya dalam memicu perselisihan antara suami dan istri. Jin ini dipercaya berusaha memperbesar masalah-masalah kecil sehingga memunculkan pertengkaran yang sulit diselesaikan.
Konflik yang awalnya sepele bisa berkembang menjadi masalah serius apabila kedua belah pihak tidak mampu mengendalikan emosi dan menjaga komunikasi.
Oleh karena itu, pasangan suami istri dianjurkan untuk selalu bersikap terbuka dan saling memahami agar tidak mudah terjebak dalam pertikaian.
Dalam sejumlah penjelasan keislaman, Dasim disebut sebagai salah satu anak Iblis yang memiliki tugas tertentu untuk menyesatkan manusia. Fokus gangguannya tidak hanya tertuju pada pasangan suami istri, tetapi juga hubungan antara orangtua dan anak maupun sesama anggota keluarga.
Tujuan utamanya adalah menciptakan perpecahan dalam lingkungan keluarga. Ketika hubungan keluarga terganggu, suasana rumah menjadi tidak nyaman dan rentan terhadap berbagai konflik yang lebih besar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Timesofindia.indiatimes.com