Kapan Waktu Aqiqah yang Paling Tepat? Ini Penjelasan Fikih dalam Islam (Freepik)
INDOZONE.ID - Aqiqah merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah) bagi orang tua, yang baru saja dikaruniai anak.
Dalam Islam, momen ini disambut dengan ibadah aqiqah sebagai wujud rasa syukur.
Namun, masih banyak orang tua yang belum memahami kapan waktu aqiqah yang paling tepat menurut fikih Islam. Apakah harus dilakukan pada hari tertentu setelah kelahiran, atau ada kelonggaran waktu dalam pelaksanaannya.
Artikel ini akan membahas mengenai waktu pelaksanaan aqiqah yang dianjurkan dalam Islam, serta penjelasan fikihnya agar umat Muslim dapat melaksanakannya dengan benar dan sesuai sunnah Rasulullah SAW.
Secara istilah syariat (fikih Islam), aqiqah adalah penyembelihan hewan ternak (berupa kambing atau domba) sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas lahirnya seorang anak, yang disertai dengan mencukur rambut bayi dan memberi nama yang baik.
Hewan yang disembelih dalam aqiqah harus memenuhi syarat sebagaimana hewan kurban, yaitu sehat, tidak cacat, dan cukup umur sesuai ketentuan syariat.
Adapun jumlah hewan aqiqah adalah 2 ekor kambing atau domba untuk anak laki-laki, dan 1 ekor kambing atau domba untuk anak perempuan, sebagaimana dianjurkan dalam sunnah Nabi Muhammad SAW.
Baca juga: Apakah Boleh Berkurban Sebelum Aqiqah? Ini Penjelasannya
Berdasarkan kesepakatan mayoritas ulama (jumhur ulama), waktu yang paling utama dan paling tepat untuk melaksanakan aqiqah adalah pada hari ketujuh setelah kelahiran bayi.
Penetapan hari ketujuh ini merujuk langsung pada hadis sahih Rasulullah SAW:
"Setiap anak menggadaikan aqiqahnya, disembelihkan rambutnya pada hari ketujuh, dicukur, dan diberi nama." (HR. Tirmidzi, An-Nasa'i, dan Ibnu Majah).
Dalam praktiknya, tidak semua orang tua memiliki kesiapan finansial atau kondisi yang memungkinkan untuk menyembelih hewan aqiqah tepat di hari ketujuh. Islam adalah agama yang memudahkan hamba-Nya.
Jika hari ketujuh terlewati, para ulama dari mazhab Syafi'i dan Hambali memberikan kelonggaran waktu pada hari kelipatannya, yaitu:
Pilihan hari-hari ini didasarkan pada riwayat dari jalur sahabat dan tabi'in, yang menyebutkan keutamaan hari kelipatan tujuh tersebut bagi yang memiliki kendala pada hari ketujuh awal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Rumah Zakat