Dalam ajaran Islam, makna Ukhuwah Islamiyah bukan sekadar istilah. Lebih dari itu, istilah 'Ukhuwah Islamiyah' punya makna mendalam bagi umat Muslim.
Secara definisi, pengertian Ukhuwah Islamiyah diartikan sebagai hubungan (persaudaraan) antara sesama Muslim di seluruh dunia tanpa melihat perbedaan kulit, suku, bahasa, dan kewarganegaraan.
Unsur terpenting dalam sebuah Ukhuwah Islamiyah yaitu kesamaan keyakinan atau iman kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Ikatan keimanan ini bahkan lebih kuat dibandingkan ikatan darah.
Sebagaimana sabda Rasulullah, "Belum disebut beriman salah seorang diantara kamu sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri." (HR. Bukhari Muslim)
Dengan kekuatan keimanan tersebut, harapannya Ukhuwah Islamiyah mampu menyatukan cita-cita, visi-misi, sikap dan tujuan dari Islam itu sendiri secara lebih luas.
Kemudian, umat Islam diharapkan mengedepankan sedikitnya beberapa 'tiang penyangga' Ukhuwah Islamiyah melalui penerapan sikap:
- Takaful: saling membantu, memberi jaminan rasa aman.
- Ta'awun: saling tolong-menolong.
- Tasamuh: saling menghargai dan bertoleransi.
- Tafahum: saling memahami kelebihan dan kekurangan.
- Ta'aruf: saling kenal mengenal.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga berpesan kepada semua umat Islam untuk saling menyayangi dalam iman, sebagaimana sabdanya:
"Seorang Muslim adalah saudara orang Muslim lainnya. Ia tidak boleh menzhaliminya dan tidak boleh membiarkannya diganggu orang lain (bahkan ia wajib menolong dan membelanya."
"Barangsiapa yang melapangkan kesusahan dunia dari seorang Mukmin, maka Allah akan melapangkan baginya dari satu kesusahan di hari Kiamat."
Ada juga dalil ukhuwah islamiyah yang memberikan anjuran kepada umat Islam, agar saling menolong dalam kebaikan juga dikuatkan dalam firman Allah Ta'alaa dalam Alquran:
"Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh siksaan Allah sangat berat." (Q.S Al-Maidah/5:2)
Pentingnya Ukhuwah Islamiyah Bagi Umat Muslim
Bicara tentang pentingnya Ukhuwah Islamiyah bagi umat Islam di seluruh dunia diterangkan Allah SWT dalam ayat Alquran:
"Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat." (Q.S Al-Hujurat ayat 10)
Begitu pula dalam Surat Ali-Imran ayat 103 dan Surat An-Nahl ayat 90 yang memperjelas kewajiban setiap umat Muslim untuk senantiasa memelihara Ukhuwah Islamiyah.
"Wa'tasimu bihabillahi jami'a wala tafarroqu (Dan berpegang teguhlah kalian semua pada tali (agama) Allah dan janganlah bercerai berai." (Q.S Ali-Imran ayat 103)
"Sesungguhnya Allah menyuruh kamu berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi pada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, mungkar, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepada kamu agar kamu dapat mengambil pengajaran." (Q.S An-Nahl ayat 90)
Dalam upaya mewujudkan Ukhuwah Islamiyah tetap erat dan kuat, setiap umat Muslim perlu bersikap husnuzhon (berprasangka baik) serta melaksanakan hak dan kewajiban sebagai umat Muslim dalam kehidupan bermasyarakat.
"Hai orang-orang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka. Sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang." (Q.S Al-Hujurat ayat 12)
Kemudian, setiap umat Muslim penting pula untuk menjauhi segala sikap maupun perbuatan yang bisa merusak dan merenggangkan Ukhuwah Islamiyah itu.
Seperti halnya pesan yang termaktub dalam Alquran Surat Al-Hujurat ayat 11-12 tentang beberapa hal yang dapat merusak Ukhuwah Islamiyah, meliputi:
- Memperolok-olok orang lain, bagi laki-laki maupun perempuan dengan perkataan maupun perilaku yang menimbulkan sakit hati dan permusuhan.
- Mencaci orang lain dengan kata-kata menghina.
- Memanggil orang lain dengan gelar-gelar buruk (mengandung ejekan) yang tidak disukai.
- Berburuk sangka (suudzon).
- Mencari-cari kesalahan orang lain.
- Bergunjing atau bergosip (ghibah).
Dengan menghindari sikap tercela yang dilarang Allah SWT di atas, maka dianjurkan setiap umat Islam menguatkan makna Ukhuwah Islamiyah dengan hal-hal berikut ini:
- Menunjukkan kegembiraan atau senyuman apabila berjumpa.
- Berjabat tangan apabila berjumpa (kecuali non-muhrim).
- Mengucapkan selamat apabila mendengar kabar baik atau keberhasilan dari umat Muslim lainnya.
- Memberikan hadiah pada waktu-waktu tertentu sebagai wujud kasih sayang dan rasa senang.
- Menjaga silaturahmi dengan mengunjungi saudara Muslim.
- Memperhatikan saudara (sesama umat Muslim) lain dan membantu keperluannya.
- Mendoakan dan membantu apabila ada saudara yang sakit.
Pentingnya makna Ukhuwah Islamiyah yang diikat oleh kalimat, 'Laa illaha illallah Muhammadur Rasulullah' pun diperkuat dalam hadist:
"Perumpamaan seorang Mukmin bagi Mukmin lainnya bagaikan sebuah bangunan yang saling mengokohkan." (HR. Bukhari Muslim no. 2585)
"Perumpamaan orang-orang beriman dalam berkasih sayang dan cinta seperti tubuh yang padu, jika salah satu anggotanya merasa sakit, maka anggota tubuh yang lain ikut merana karena sulit tidur dan demam." (HR. Bukhari Muslim no. 4685)
Nah, demikianlah ulasan singkat tentang makna Ukhuwah Islamiyah dalam hubungan antar sesama umat Muslim di mana pun berada.
Semoga dengan membaca artikel ini bisa menjadi inspirasi kamu untuk menjaga dan menguatkan Ukhuwah Islamiyah.
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: