Islam menjadi agama yang mendunia. Hampir seperempat penduduk Bumi mantap memeluk agama samawi ini.
Populasi muslim pun tersebar ke berbagai negara. Di beberapa negara mereka menjadi mayoritas, dan di belahan dunia lain sebagai minoritas.
Baca juga: 5 Tips Aman Belanja Baju Lebaran di Online Shop, Fokus ke Merek dan Perhatikan Testimoni
Meski begitu, bagi penganut Islam taat, hal tersebut tak akan mengurangi kekhusyukannya untuk menjalankan perintah Allah SWT. Bahkan mereka bersukacita mengisi Ramadhan dengan berbagai tradisi unik yang tidak akan didapati di bulan lainnya.
Nah dirangkum dari berbagai sumber, inilah beberapa tradisi unik yang dilakukan muslim di negara minoritas.
1. Berburu Manisan di Jerman
Sebagian besar umat muslim di Jerman merupakan imigran yang berasal dari Turki. Ketika Ramadhan, mereka bisanya memenuhi pedestrian di beberapa wilayah Jerman.
Karena itu tak perlu khawatir soal menu buka puasa di sini. Kamu bisa dengan mudah menjumpai makanan halal, seperti suus, yaitu minuman berbahan baku gula hitam, lalu dschellab yang rupanya seperti gula dan sirup kurma.
Jika tenggorokanmu rindu dengan jus, maka teguklah qamruddin (jus aprikot). Tak ketinggalan pula qata’ef atau kue kering yang direndam sirup gula dan kalladsch, yakni adonan pilo isi kacang-kacangan. Ingat, jangan kalap, ya!
Pasalnya umat muslim di sana juga membangun gaya hidup sehat dengan memeriksakan diri ke dokter sebelum puasa, terutama bagi lansia dan anak-anak.
Hal ini dilakukan supaya mereka dapat menjalani puasa dengan lancar.
2.Hidangan sahur kaya rempah di India
Umat muslim di India pun menyambut bulan puasa dengan suka cita. Sebutan khas untuk bulan agung ini ialah Ramazan.
Menjelang hingga saat puasa, maka akan ada banyak makanan khas yang muncul, salah satunya bihun. Penjualan bihun menjadi meningkat karena itu merupakan menu wajib saat berbuka.
Lalu, hidangan lain yang harus selalu ada di meja ketika maghrib yaitu buah-buahan dan ganghui (sup dari terigu, beras, dan potongan daging).
Selain itu, penduduk muslim di India juga menambah stamina ketika sahur. Biasanya mereka minum harir, yakni minuman kacang-kacangan dan biji-bijian.
Mereka juga menyantap bubur rempah seperti haleem atau nonbu kanji supaya dapat menjalani puasa dengan semangat.
3. Puasa dengan durasi panjang di Rusia
Rusia merupakan salah satu negara dengan durasi puasa terlama di dunia, yakni 17 jam. Namun, jangan khawatir karena kamu tetap bisa melewatinya.
Pasalnnya di sana ada 20 juta umat muslim yang akan menyambut para perantau muslim dengan kehangatan.
Ada juga 8000 masjid yang siap menampungmu dengan beragam hidangan pelepas lapar dan dahaga seperti kurma, buah-buahan, dan roti isi labu atau keju (khingalsh) serta gandum (galnash).
4. Tradisi MTQ di Korea Selatan
Meski umat muslim di Korea Selatan hanya 0,05%, namun semangat mereka menjalankan puasa tidak luntur.
Para muslim di negeri ginseng itu juga punya banyak perayaan unik saat Ramadhan.
Selain itu, masjid-masjid di Korea Selatan yang jumlahnya tak banyak, justru membuat perayaan puasa semakin meriah.
Hal tersebut dapat dilihat dari membludaknya jamaah ketika tarawih. Selain itu, Korean Muslim Federation (KMF) juga sdelalu mengadakan perlombaan mengaji Al-Qur’an (MTQ) setiap jumat di bulan Ramadhan.
Acara tersebut diadakan di Seoul Central Mosque sebagai upaya mempererat ikatan pertemanan antar warga muslim di sana.
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: