Ide bisnis bisa datang dari mana saja, itulah yang dirasakan oleh Dwi pemilik usaha yogurt. Dwi tinggal di Perumahan Qoryatussalam Sani, Tirtajaya, Depok, Jawa Barat.
Berawal dari kegemaran anaknya Atha mengonsumsi yogurt, serta belum banyak bisnis yogurt di Depok membuat Dwi memilih minuman fermentasi tersebut menjadi usaha sejak 2019 lalu.
Diberi nama Bunatha singkatan dari Bunda Atha, Dwi dibantu suaminya. Bahkan suaminya rela keluar dari pekerjaannya demi mengembangkan bisnisnya. Enggak disangka, dari bisnis pembuatan yogurt bisa mendatangkan cuan yang menjanjikan.
Berbekal kursus membuat yogurt, sekarang Dwi telah mempunyai 20 reseller yang tersebar di berbagai wilayah Jabodetabek dan Sidoarjo, Jawa Timur.
Pembuatan yogurt memerlukan fermentasi selama 8 jam. Karena masih usaha rumahan, Dwi memakai kain dengan busa tebal untuk proses fermentasi.
Susu segar sebagai bahan bakunya diambil dari peternakan di Bogor, Jawa Barat. Untuk menambah rasa, Dwi memakai berbagai tambahan buah-buahan asli yang dibuat selai.
Ada lima varian rasa mulai rasa nanas, sirsak, strawberry, kiwi, dan mangga. Permintaan pesat datang pada saat pendemi Covid-19 sedang tinggi-tingginya 2 tahun belakangan.
“Saat pandemi sampai kewalahan melayani pelanggan yanga datang. Yogurt memang mengandung vitamin yang bagus untuk ketahanan tubuh dan tulang,” ujar Dwi kepada Vivi Sanusi, Tim Z Creators.
Hingga kini, Dwi terus berinovasi agar produknya bisa terus eksis dengan meningkatkan reseller. Per botol ukuran 125 ml yogurtnya dibandreol Rp6 ribu saja, sedangkan ukuran 250 ml Rp15 ribu dan ukuran 1 liter Rp50 ribu. Kini dalam sebulan Dwi bisa mengantongi Rp50 juta hingga Rp60 juta.
Bikin cerita serumu dan dapatkan berbagai reward menarik! Let’s join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: