Senin, 30 JANUARI 2023 • 18:00 WIB

Kisah Hidup Seorang Wanita Sewakan Rahim Raup Rp750 Juta dari Pasangan Selebritas

Author

Ibu pengganti asal Amerika Serikat, Shanna St. Clair. (Canada Today)

Surrogate mother atau ibu pengganti merupakan suatu istilah yang digunakan pada seorang wanita yang menjalani kehamilan untuk orang lain atau menyewakan rahimnya.

Nantinya usai melahirkan, bayi tersebut akan diberikan kepada orang lain.

Jika diteliti sekilas, mungkin terlihat tidak masuk akal. Tapi ternyata, ada seorang wanita yang menjalani hidup seperti itu. Ia adalah Shanna St. Clair.

Ibu pengganti (surrogate mother) BioTexCom

Shanna merupakan wanita asal Amerika Serikat yang telah berbagi pengalamannya kepada publik menjadi ibu pengganti untuk dua selebritas. Ia mengaku sudah menjalani profesi tersebut sebanyak dua kali.

Klien pertama adalah pasangan selebriti Jennifer dan Mark (nama samaran), lalu yang kedua adalah Catherine (nama samaran). Dari kedua klien tersebut, Shanna memperoleh Rp750 juta selama tiga tahun.

Kendati begitu, dua kehamilan tersebut berakhir dengan nasib yang jauh berbeda. Bersama pasangan selebriti Jennifer dan Mark, Shanna sukses melahirkan bayinya.

Bahkan usai Shanna melahirkan bayinya, Jennifer menunjukkan sisi ramah dan tulusnya dengan menggenggam tangan Shanna. Ia merasa berterima kasih sekaligus bersyukur karena berhasil melahirkan anak yang akan menjadi anggota keluarga baru mereka.

Baca Juga: Baru Berusia 23 Tahun, Wanita Ini Sudah Memiliki 21 Anak

Setelah dirasa sukses, Jennifer pun kemudian merekomendasikan Shanna untuk menjadi ibu pengganti bagi rekannya, Catherine. Tanpa berlama-lama, Shanna pun menyetujuinya.

Catherine merupakan seorang selebriti dari keluarga terkenal. Ia sudah bertahun-tahun berusaha untuk memiliki buah hati, namun belum juga dikaruniai.

Oleh karenanya, dia memilih untuk menggunakan jasa ibu pengganti. Setelah direkomendasikan oleh Jennifer, Catherine pun segera menghubungi Shanna.

Usai melakukan kesepakatan, Shanna dan Catherine pun bertemu di klinik. Saat itu Catherine telah menunggunya dengan mengenakan pakaian yang mewah dan cantik.

Shanna lantas menghampiri Catherine dan memeluknya. Namun baru saja hendak memeluk, Catherine langsung melangkah mundur. Dari situ Shanna menduga jika Catherine bukan orang yang suka dipeluk.

Sesaat, Shanna pun berpikir jika kali ini tidak bakal seperti Jennifer dan Mark. Benar saja.

Saat itu, Shanna diberikan sebotol pil oleh Catherine untuk dikonsumsi. Meski sudah ditolak oleh Shanna, Catherine pun tetap memaksa. Alhasil, Ia pun membuang pil itu diam-diam saat Catherine tidak melihatnya.

Kehamilan pun tak kunjung datang meski sudah dilakukan dengan dua upaya. Tapi setelah melakukan tiga kali percobaan, Shanna pun akhirnya dinyatakan hamil.

Ia lalu memberi tahu berita baik tersebut kepada Catherine. Alih-alih memberikan ucapan selamat, Catherine malah tidak menunjukkan sisi emosionalnya sedikit pun.

Baca Juga: Banyak Kehamilan Usia Dini di Indonesia, Dokter: Kurangnya Edukasi Seks

Tiba-tiba saja Shanna dibuat terkejut oleh pernyataan Catherine yang mengatakan jika dirinya sudah menggunakan jasa ibu pengganti lain. Namun, bayinya mengalami keguguran karena nekat penerbangan jauh untuk mengunjungi sang ayah.

"Aku menyuruh dia untuk tidak bepergian, tetapi dia melakukannya dan lihat apa yang terjadi! Bayinya mati," ujar Catherine.

Beberapa hari setelahnya, kadar hormon hCG Shanna pun mengalami penurunan. Dokter yang bertugas memeriksa kandungan meminta agar Shanna tidak kehilangan harapannya.

Shanna pun kemudian menghubungi Catherine untuk memberi tahu kondisinya. Tapi yang ia dapat hanyalah ucapan dingin dari Catherine.

"Oke, kita lihat bagaimana kelanjutannya," kata Catherine.

Tak lama setelah itu, Shanna pun ditelepon oleh Catherine. Ia mengatakan hal yang mencengangkan hingga membuat Shanna terdiam tak berkutik.

Catherine berkata jika ibu pengganti lain baru saja melahirkan bayinya. Shanna pun bingung dan berpikir apakah Catherine akan tetap menerima bayinya atau tidak.

Berselang empat minggu kemudian, dokter pun memberitahu kondisi janin milik Shanna. Ia berkata jika bayinya mengalami penurunan level hCG terlalu rendah. Shanna pun mengalami keguguran.

Berita buruk itu lalu disampaikan kepada Catherine melalui telepon. Karena tidak kunjung menjawab, ia pun mengirim pesan untuk memberi tahu kabar menyedihkan itu.

Catherine pun menjawab beberapa jam setelahnya dengan mengatakan jika dirinya akan segera menghubungi Shanna. Namun setelah berhari-hari bahkan berminggu-minggu, Catherine masih belum juga bisa dihubungi.

Merasa kesal, Shanna pun kembali mengirim pesan kepada Catherine dengan menanyakan sisa tagihannya sebagai ibu pengganti.

"Hai, saya harap Anda dan bayinya baik-baik saja. Haruskah saya meneruskan sisa tagihan kepada Anda," tanyanya yang segera dijawab tidak mengenakkan oleh Catherine.

"Shanna, hubungan kita telah berakhir," balas Catherine.

"Saya terkejut dengan sikap dingin Anda atas kelahiran anak saya. Kirimkan tagihan Anda," imbuhnya kemudian.

Penulis: Antika Fahira

Artikel Menarik Lainnya:

Polisi Amankan 107 Orang Buntut Demo Ricuh di Kantor Arema FC

Ibu Ferry Irawan Kecewa Tak Diizinkan Masuk saat Datangi Rumah Venna Melinda: Tak Dihargai

Song Joong Ki Bakal Gelar Upacara Pernikahan Terpisah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU