Dalam dunia medis, hal ini (kesurupan) disebut dengan Dissociative Trance Disorder (DTD). Alasan mengapa ia bisa berbicara berbagai bahasa karena adanya 'hyper recalling'.
Berdasarkan penjelasan dari Dokter bedah saraf dari RS Mayapada, dr Roslan Yusni Hasan, ia mengatakan orang yang mengalami kesurupan bisa berbicara berbagai bahasa karena adanya 'hyper recalling' pada memori otak.
"Itu (bahasa) sebenarnya pernah didengar. Misalnya kamu pernah ngaji? Bisa hafal Al-Qur'an, tapi nggak bisa ngomong bahasa Arab kan. Nah pas kesurupan bisa ngomong bahasa Arab lancar. Itu memorinya direcall," jelas dr Ryu, dilansir dari laman detikHealth.
Perlu kamu ketahui, setiap bahasa yang pernah didengar, akan masuk ke dalam otak sebagai data dan tersimpan. Dalam keadaan normal sekarang ini, kamu mungkin tak bisa memanggil data tersebut. Tapi, pada saat kesurupan, data tersebut bisa dipanggil kembali.
"Apa yang pernah dilihat, bisa dilakukan. Apa yang pernah didengar, bisa diucapkan," tutup dr Ryu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: