Krim atau salep sesuai resep dokter biasa dipilih sebagai obat kudis yang paling manjur. Namun, tak hanya itu saja. Ada pengobatan rumahan untuk kudis dengan memanfaatkan bahan-bahan alami yang dapat dicoba.
Artikel ini akan mengulas beberapa bahan alami yang efektif menyembuhkan kudis. Tapi sebelumnya, ketahui dulu seperti apa penyakit kudis itu dan penyebabnya?
Kudis merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi tungau kecil bernama Sarcoptes scabiei var. hominis.
Tungau kudis sering ditemukan di sela-sela jari tangan, siku, ketiak, di lekukan pergelangan tangan, alat kelamin atau payudara orang dewasa. Sementara itu pada bayi dan orang lanjut usia, tungau kudis bisa ditemukan di kepala dan leher.
Akibat infeksi tungau tersebut, kudis menyebabkan rasa gatal luar biasa pada kulit, terutama di malam hari, hingga menimbulkan ruam kemerahan.
Selain gatal-gatal dan ruam pada kulit, gejala kudis paling umum lainnya juga terlihat dari benjolan atau lepuh merah di kulit yang terasa gatal dan kemerahan tersebut.
Pengobatan Rumahan untuk Penyakit Kudis
Penyakit kudis dapat menular dan cepat menyebar melalui kontak fisik langsung dari kulit ke kulit dengan keluarga atau orang-orang yang terinfeksi kudis.
Sebelum penularannya semakin luas, coba lakukan pengobatan rumahan untuk kudis dengan bahan-bahan alami yang mudah ditemukan, sebagai berikut:
1. Neem (Nimba)
Neem adalah ramuan asli dari pohon nimba dengan sifat anti-inflamasi, antibakteri, antivirus dan antijamur.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Transactions of the Royal Society of Tropical Medicine and Hygiene menunjukkan bahwa aktivitas acaricidal dari pohon mimba mampu membunuh tungau kudis
Studi lain menunjukkan bahwa ekstrak nimba dan kunyit digunakan untuk pengobatan kudis pada 814 orang. Dalam 97 persen kasus, orang sembuh dalam 3-15 hari. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi kemanjurannya.
2. Minyak pohon teh
Minyak pohon teh (tea tree oil) mengandung anti-inflamasi, antibakteri, antimikroba, antiseptik, akarisidal, dan antipruritic, yang telah digunakan sebagai pengobatan topikal efektif untuk kudis.
Studi lain menunjukkan bahwa minyak pohon teh mengandung komponen aktif yang disebut terpinen-4-ol yang telah terbukti sangat efektif dalam membasmi tungau Scabiei penyebab kudis, dibandingkan dengan obat kudis seperti ivermectin dan permethrin.
Untuk mendapatkan khasiat tea tree oil, kamu hanya perlu membersihkan bagian kulit yang terkena kudis menggunakan bola kapas yang sudah dicampur minyak pohon teh dan minyak zaitun.
3. Lidah buaya
Lidah buaya memiliki sifat antioksidan, antibakteri, serta efek dingin yang kuat. Sebuah studi tahun 2009 menemukan fakta bahwa gel lidah buaya menunjukkan keefektifan lidah buaya dalam mengobati kudis, sama seperti benzyl benzoate -obat resep untuk kudis.
3. Minyak kamper
Minyak kamper adalah minyak yang diekstrak dari kayu pohon kamper, digunakan untuk menghilangkan iritasi, nyeri, dan rasa gatal akibat kudis.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of the Egyptian Society of Parasitology menunjukkan bahwa minyak kamper dengan atau tanpa gliserol efektif menyembuhkan kudis dalam waktu 5-10 hari.
4. Getah mangga
Selanjutnya, pengobatan rumahan untuk kudis bisa dengan getah yang diperoleh dari pohon buah mangga.
Itu karena getah mangga mengandung antioksidan, antibakteri, antijamur, antivirus, antipiretik dan antiparasit untuk menyembuhkan kudis tanpa efek samping.
5. Minyak cengkeh
Dengan kandungan zat anti-inflamasi, antimikroba, dan antibakteri, minyak cengkeh dipercaya sebagai salah satu obat kudis alami.
Selain itu, sifat acaricidal dari eugenol (komponen aktif dalam minyak cengkeh) akan membantu pengobatan kudis secara bertahap dan tidak meninggalkan bekas.
Untuk mendapatkan khasiat minyak cengkeh tersebut, kamu perlu mencampurkannya dengan minyak kelapa dan oleskan pada kulit gatal akibat kudis. Lakukan 2-3 minggu sampai kudis benar-benar kering dan sembuh.
Nah, itulah beberapa bahan alami yang dapat kamu manfaatkan sebagai pengobatan rumahan untuk kudis tanpa efek samping. Semoga lekas sembuh, ya!
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: