Di dunia ini ada beberapa jenis kepribadian. Beragam kepribadian tersebut membuat manusia jadi berbeda-beda antara satu dengan yang lain sehingga mempunyai keunikan.
Namun di antara banyaknya kepribadian tersebut sering kali muncul suatu sifat yang tidak diharapkan. Misalnya kepribadian dengan jenis koleris, bisa muncul sifat negatif terlalu ambisius yang berujung manipulatif dan selalu ingin diperhatikan.
Mengutip dari studi yang diulas dalam International Conference on Robotics and Smart Manufacturing, Koleris sendiri merupakan jenis kepribadian yang identik dengan seseorang yang menggebu-gebu dan ambisius. Hal ini yang menjadi kekuatan para koleris dan membuat mereka menjadi sosok yang dominan.
Mereka yang memiliki jenis kepribadian ini juga punya keterampilan sosial yang baik. Namun mereka cenderung menggunakan keterampilan tersebut untuk memanipulasi orang lain agar mereka bisa menjadi pusat perhatian.
Jika sudah begini apakah orang dengan tipe tersebut bisa disebut mengalami gangguan mental?
Mengutip dari Mayo Clinic, orang yang manipulatif dan selalu ingin diperhatikan bisa disebut mengalami gangguan kepribadian.
Gangguan kepribadian sendiri adalah jenis gangguan mental di mana seseorang memiliki pola pikir, fungsi, dan perilaku yang tidak sehat.
Seseorang yang memiliki gangguan ini memiliki kesulitan untuk memahami dan berinteraksi di dalam situasi atau dengan orang lain.
Termasuk gangguan kepribadian histrionik
Dalam hal ini, orang yang manipulatif dan selalu ingin jadi pusat perhatian bisa digolongkan ke dalam gangguan kepribadian histrionik (HPD).
Di mana menurut laporan Healthline, Histrionic personality disorder (HPD) adalah gangguan kepribadian yang ditandai dengan pola perilaku yang terus-menerus mencari perhatian dan memiliki emosi yang ekstrem.
Orang-orang dengan HPD ingin menjadi pusat perhatian di setiap kelompok orang, dan mereka akan merasa tidak nyaman bila tidak diperhatikan.
Akibatnya mereka akan bertindak di luar batas. Seperti memaksa, mempengaruhi, mengancam, bahkan melakukan aksi-aksi manipulatif agar mendapat perhatian.
Dalam kondisi yang lebih aparah pengidap HPD, bahkan bisa berperilaku menggoda atau provokatif secara seksual demi menarik perhatian orang lain pada diri mereka sendiri.
Baca juga: Apakah Gemar Bicara Sendiri Termasuk Ciri Gangguan Mental?
Pola perilaku selalu mencari perhatian dan emosi ekstrem yang menandakan gangguan kepribadian histrionik ini dapat dimulai pada awal masa dewasa, dan dapat ditunjukkan dalam berbagai konteks.
Ciri-ciri gangguan HPD
Berikut ini ciri-ciri orang yang mengidap gangguan kepribadian histrionik:
1. Terus-menerus mencari perhatian.
2. Terlalu emosional, dramatis, atau provokatif secara seksual untuk mendapatkan perhatian.
3. Seringkali berbicara secara dramatis dan memiliki pendapat yang kuat, tetapi tanpa didukung fakta atau detil di balik pendapatnya.
4. Emosi yang dangkal dan cepat berubah.
5. Sangat memperhatikan penampilan fisiknya.
6. Menganggap ia memiliki hubungan yang lebih dekat dengan orang lain padahal bisa jadi tidak.
Penyebab gangguan HPD
Para peneliti sampai saat ini belum mengetahui dengan pasti apa yang menyebabkan gangguan kepribadian histrionik.
Namun mereka yakin gangguan ini disebabkan oleh kombinasi berbagai faktor, antara lain:
1. Faktor biologis dan faktor sosial, yang meliputi cara seseorang berinteraksi dengan keluarga dan teman-teman pada masa awal perkembangnya.
2. Faktor psikologis, kepribadian, dan temperamen individu yang dibentuk oleh lingkungannya atau dipelajari sebagai upaya untuk bertahan terhadap stres.
Penelitian juga menunjukkan bahwa pengidap gangguan ini juga berpotensi untuk menurunkan gangguan ini pada anak-anaknya nanti.
Pengobatan gangguan HPD
Pengidap HPD sangat penting untuk mendapatkan pengobatan. Pasalnya, beberapa dari mereka cenderung bisa tidak menyadari bahwa memiliki gangguan kepribadian karena menurut mereka, cara berpikir dan perilaku mereka tampak wajar.
Bahkan mereka mungkin malah menyalahkan orang lain atas masalah yang mereka hadapi. Oleh sebab itu, langkah pengobatan untuk gangguan kepribadian histrionik adalah dengan memiliki kesadaran akan gangguan kepribadian tersebut.
Setelah itu, pengidap bisa mencari bantuan dari tenaga ahli seperti seorang psikolog, psikiater, atau terapis untuk membantu mengatasi gangguan kepribadiannya.
Adapun pengobatan yang bisa mereka tempuh yaitu melibatkan psikoterapi jangka panjang dengan seorang terapis yang memiliki pengalaman dalam mengobati gangguan kepribadian semacam ini.
Artikel Menarik Lainnya:
- Video Detik-Detik Laka Maut di Balikpapan Viral, Begini Bahaya Menonton Video Kecelakaan
- Siap-Siap! Ilmuwan Sedang Upayakan Pemberian Vaksin COVID-19 Tanpa Jarum Suntik
- Tak Selalu Berhasil, Kenali Efek Samping Operasi Plastik yang Berbahaya Bagi Tubuh
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: