Kasus pembunuhan dengan pelaku seorang wanita muda berinisial KU (35) di Tonjong, Brebes, Jawa Tengah baru-baru ini menggegerkan publik. Pasalnya si pelaku tak lain merupakan ibu rumah tangga yang tega menggorok leher tiga anak kandungnya.
Akibat perbuatan sadis KU tersebut, sang anak AT (6) meninggal dunia sementara dua lainnya SA (10) dan EM (4,5) mengalami luka yang cukup serius. KU sendiri membuat pengakuan mengejutkan soal alasannya ingin menghabisi darah dagingnya itu.
"Saya ini enggak gila pak, dari kecil sudah dikurung. (dikurung) sama semuanya," katanya dalam video yang dilihat Indozone di akun Instagram Memo Medsos, Senin (21/3/2022).
Diduga KU mengidap depresi akibat tekanan ekonomi dalam rumah tangganya. Ia tampak begitu sedih kala menceritakan kondisi keluarganya yang serba kekurangan. Baik kurang kasih sayang maupun kurang ekonomi.
"Pengin disayang sama suami, suami saya sering nganggur. Saya enggak sanggup lagi kalau (suami) kontraknya habis terus nganggur lagi. Jadi saya ingin menyelamatkan anak-anak saya biar enggak hidup susah. Enggak perlu ngerasain sedih. Harus mati biar enggak sedih kayak saya,” bebernya.
Lantas bagaimana cara mengatasi depresi pada ibu rumah tangga seperti yang dialami KU?
Mengutip dari Mayo Clinic, Profesor Konseling Kesehatan Mental Klinis di Argosy University, Melinda Paige, Ph.D mengungkap seorang ibu rumah tangga sangat rentan mengalami stres dan depresi. Pasalnya mereka menghabiskan lebih banyak waktu di rumah sehingga sering merasakan terisolasi kehilangan tujuan dan identitas, serta mengalami kurangnya interaksi sosial .
Baca juga: Jangan Tunggu Stres, Ini 3 Alasan Mengapa Kamu Harus Selalu Jaga Kesehatan Mental
Belum lagi mengatur rumah tangga bukanlah perkara yang gampang. Akibatnya kesehatan fisik dan mental mereka sering dipertaruhkan.
“Waktu yang terkuras karena mengurus rumah tangga membuat ibu rumah tangga mengabaikan kebutuhannya sendiri. Hal inilah yang membuat ibu rumah tangga kurang menghargai dirinya sendiri,” jelas Paige.
Ciri-ciri depresi pada ibu rumah tangga
Melansir dari WebMD, sebenarnya ada banyak faktor yang menyebabkan seorang ibu rumah tangga terjangkit depresi. Beberapa di antaranya termasuk hormon reproduksi, respons tubuh yang berbeda terhadap stres, dan tekanan sosial.
Kondisi depresi akan semakin buruk manakala si wanita tidak memiliki support system yang baik dan kerja sama yang seimbang pada pengasuhan anak dari suami.
Adapun ciri-ciri ibu rumah tangga yang mengalami depresi sebagai berikut:
1. Tidak bisa mengontrol emosi
Tidak bisa mengontrol emosi, lekas marah, atau merasa jengkel pada perilaku anak bisa menjadi salah satu tanda depresi. Hal ini dikarenakan ibu sedang berada pada situasi yang tidak menyenangkan, kelelahan luar biasa, sehingga hal kecil pun dapat membuat emosinya meledak.
2. Pola tidur yang terganggu
Entah itu tidur terlalu banyak atau tidak bisa tidur, adalah ciri depresi yang bisa saja dialami oleh ibu rumah tangga. Menurut National Institutes of Health, hipersomnia dan insomnia menjadi ciri depresi yang umum pada segala usia, tetapi ini lebih banyak terjadi pada perempuan.
3. Kecanduan media sosial
Jika lebih sering memantau sosial media ketimbang biasanya, bisa jadi ini tanda depresi. Peningkatan dalam penggunaan media sosial menjadi upaya yang dilakukan orang depresi untuk mengalihkan ketidaknyamanan yang dirasakannya.
4. Sakit punggung
Depresi juga dapat meningkatkan kemungkinan ibu rumah tangga mengalami nyeri punggung bawah. Ini dikarenakan depresi menyebabkan saraf-saraf menjadi ekstra sensitif.
Pada dasarnya nyeri tubuh adalah gejala umum dari depresi. Seperti halnya orang dengan gangguan kecemasan di mana hal sederhana bisa membuat mereka berpikir lebih keras, demikian juga ibu rumah yang depresi bisa mengalami ketidaknyamanan pada tubuh, yaitu merasakan nyeri di punggung.
5. Kehilangan ketertarikan pada lingkungan dan pasangan
Salah satu ciri lain dari depresi pada ibu rumah tangga adalah hilangnya semangat untuk melakukan aktivitas sehari-hari.
Biasanya ibu tak bisa melihat rumah berantakan, tetapi bagi mereka yang depresi malah tidak ada energi untuk bersih-bersih.
Begitu juga dengan keinginan untuk intim dengan suami tidak ada lagi. Bawaannya datar, hambar, jenuh, atau bisa jadi kehilangan mood untuk berhubungan intim.
Lalu bagaimana mengatasi depresi pada ibu rumah tangga?
Melansir dari Healthline, berikut adalah beberapa hal yang bisa dilakukan ibu rumah tangga untuk menghindari stres dan depresi:
1. Membicarakan tugas pada pasangan
Tidak ada salahnya membicarakan tugas dan kewajiban kepada pasangan. Jangan karena ibu tinggal di rumah, suami lepas tangan.
2. Minta bantuan
Ibu rumah tangga hanyalah manusia biasa. Karena itu mereka sangat mungkin membutuhkan bantuan untuk mengerjakan urusan rumah tangga.
Bila tidak bisa memiliki asisten rumah tangga, segeralah bicarakan dengan suami mengenai kemungkinan untuk membagi tugas ataupun bantuan dari saudara, serta pemecahan solusinya.
3. Ambil waktu untuk diri sendiri
Agar tetap “waras” ibu rumah tangga, sebaiknya mengambil waktu untuk jauh dari anak-anak dan suami. Lakukan aktivitas menyenangkan yang disukai, misal menonton film di bioskop, ke salon, atau hanya sekadar berendam di bak mandi hangat.
Artikel Menarik Lainnya
- Jangan Abai, 4 Jenis Gangguan Mental Ini Mudah Menyerang dan Paling Berbahaya di Dunia!
- Jadi 'Sempurna' Tak Selalu Menyenangkan, Ini Dampak Negatif Sifat Perfeksionis bagi Mental
- Dear Mom, Ini 3 Tanda Anak Alami Gangguan Mental, Jangan Abai!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: