Selasa, 28 JUNI 2022 • 21:10 WIB

Dear Moms, Perkembangan Sosial Emosional Anak Perlu Diperhatikan di Masa Transisi Pandemi

Author

Ilustrasi anak bermain bersama orang tua (Freepik)

Dokter Spesialis Tumbuh Kembang Anak dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Dr. dr. Bernie Endyarni Medise, Sp.A(K), MPH mengungkap orang tua perlu memperhatikan perkembangan sosial emosional anak khususnya di masa transisi pasca pandemi COVID-19.

Hal ini penting agar anak dapat beradaptasi kembali dengan lingkungan di luar rumah pasca pandemi COVID-19.

"Agar anak-anak dapat beradaptasi kembali dengan normal, memiliki keterampilan sosial-emosional yang memadai, serta memiliki kemampuan berpikir yang baik, maka orang tua perlu memantau perkembangan sosial emosional anak secara berkala,” ucap Bernie, seperti dikutip dari ANTARA, Selasa (28/6/2022).

Bernie menjelaskan perkembangan emosi dan sosial berkaitan erat dengan kecerdasan otak dan sistem pencernaan yang sehat. Ketiganya saling terkait dan berpengaruh signifikan terhadap tumbuh kembang anak.

Namun di masa transisi, anak-anak mungkin akan kebingungan karena menghadapi perubahan ruang dan rutinitas baru saat kembali menjalani kehidupan dan melakukan interaksi sosial.

Baca juga: Selain COVID-19, Penyakit Ini Masih Jadi Ancaman Bagi Anak Indonesia, Mom Harus Waspada!

Sehingga masalah sosial emosional pada anak dapat meningkat dan kondisinya tergantung dengan usia anak dan dukungan dari lingkungannya.

"Gangguan perkembangan emosi dan sosial dapat mempengaruhi terjadinya masalah kesehatan di masa dewasa seperti gangguan kognitif, depresi, dan potensi penyakit tidak menular," sambung Bernie.

Maka untuk mengajarkan sosial emosional pada anak, orang tua perlu memberikan contoh yang baik sebab anak suka meniru orang dewasa.

Selain itu, penting juga untuk melibatkan anak sejak dini dalam melakukan tugas-tugas sederhana dan biarkan anak terlibat dalam keputusan keluarga.

Sehingga empati, wawasan dan kepekaannya terhadap teman sebayanya akan berkembang.

"Kita juga menggunakan bed talk. Sebelum tidur, dibacakan cerita, ditanya bagaimana tadi siangnya. Ini akan terjadi pengembangan sosial emosional," ujar Birnie.

Selain memantau perkembangan sosial emosional, Bernie juga mengingatkan orang tua untuk memberikan stimulasi nutrisi yang tepat untuk anak.

Menurut Bernie, stimulasi harus dilakukan sesuai usia secara berulang kali dengan tujuan untuk merangsang semua fungsi dan kemampuan anak agar berkembang optimal.

Caranya, dapat melalui suara, musik, getaran, perabaan, bicara, bernyanyi, bermain, hingga memecahkan masalah.

Sedangkan pemberian nutrisi yang tepat, tentunya melalui makanan-makanan dengan gizi seimbang.

"Selain makanan, juga pola hidup yang lain perlu diperhatikan seperti olahraga," ungkap Bernie. 

 

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU