Rabu, 13 JULI 2022 • 08:59 WIB

Gawat! Pasien Cacar Monyet Berpotensi Menularkan Virus yang Cukup Tinggi

Author

Ilustrasi ruam yang dialami pasien cacar monyet. (REUTERS/NHS)

Para ilmuwan di Jerman menemukan bahwa pasien cacar monyet cenderung melepaskan viral load tinggi yang berpotensi menular.

Temuan ini dilaporkan setelah tim penelitian dari Pusat Medis Universitas Hamburg-Eppendorf (UKE) dan Institut Kedokteran Tropis Bernhard-Nocht (BNITM) menganalisis kamar rumah sakit dari dua pasien cacar monyet.

Dilansir India TV, temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Eurosurveillance, menunjukkan semua permukaan yang disentuh langsung oleh tangan pasien menunjukkan kontaminasi virus yang cukup tinggi terdeteksi di kedua kamar mandi pasien.

Viral load tertinggi di kamar mandi pasien, terutama di kursi toilet atau tuas kontrol wastafel atau tempat sabun pasien.

Baca juga: Cacar Monyet Makin Ganas! Pasien di Singapura Sampai Alami Gejala Aneh di Dubur

Virus juga terdeteksi di kursi pasien, kain di kamar mereka seperti handuk, kemeja dan sarung bantal, dan satu ponsel pasien.

Selain itu, tingkat DNA virus juga ditemukan pada semua permukaan lain yang diselidiki di kamar pasien, meskipun tidak diketahui pada saat pengujian sejauh mana pasien menyentuh permukaan benda.

Di ruang depan, semua titik kontak tangan yang diperiksa menghasilkan hasil PCR positif. Jejak DNA virus diidentifikasi pada pegangan kedua pintu anteroom yang terletak di koridor bangsal, di luar anteroom.

Namun, tim penelitian mencatat bahwa saat ini tidak ada data pasti tentang jumlah viral load yang dapat menularkan cacar monyet.

Itu artinya, meskipun cacar monyet ditemukan di beberapa permukaan kamar pasien, infeksi belum tentu terjadi karena menyentuhnya.

Tapi, mereka juga mencatat bahwa permukaan yang terkontaminasi memiliki potensi menularkan yang tidak dapat dikesampingkan.

Hugh Adler, dari departemen ilmu klinis di Liverpool School mengatakan bahwa temuan penelitian ini benar-benar perkembangan yang diharapkan bahwa di luar area yang sangat terkontaminasi, permukaan di masyarakat tidak mungkin berisiko tinggi untuk penularan.

"Pasien dengan lesi kulit lebar yang dirawat di rumah sakit kemungkinan besar menyebarkan virus paling banyak ke lingkungan," katanya.

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU