Lucinta Luna belum puas merubah bentuk tubuhnya. Pemilik nama asli Muhammad Fatah itu dikabarkan akan segera menjalani operasi ganti kulit demi menyempurnakan penampilannya.
Sebelumnya Lucinta yang menyebut dirinya ‘Ratu Keabadian’ telah menjalani operasi pemotongan leher dan tulang ekor.
Selanjutnya, dia berencana melakukan metode 'ganti kulit' alias cangkok kulit sebagai prosedur operasi plastik (oplas) terakhirnya.
"Belum nak, ini baru kedua. Nanti step ketiga atau terakhir operasi ganti kulit," jawab Lucinta Luna saat salah satu netizen bertanya di Instagram stornya-nya yang dikutip Kamis (14/7/2022).
Lantas apa itu operasi ganti kulit atau cangkok kulit?
Dikutip dari National Center for Biotechnology Information (NCBI), cangkok kulit (skin graft) adalah prosedur bedah yang dilakukan dengan mengangkat kulit dari satu area tubuh dan memindahkannya ke area tubuh lainnya.
Skin graft biasanya digunakan untuk menutup luka akibat pengobatan kanker kulit atau pada kasus luka bakar, cedera, maupun penyakit lain yang memengaruhi tampilan kulit penderitanya.
Baca juga: Lucinta Luna Bersimbah Darah Usai Potong Leher Buang Khodam, Ini Bahaya Oplas Berulang!
Namun dewasa ini, banyak orang yang menjalani cangkok kulit sebagai prosedur kosmetik untuk menutupi kulit yang rusak. Pasalnya dengan cangkok kulit, sel-sel kulit baru bisa tumbuh lebih cepat menggantikan bagian kulit yang rusak.
Jenis Cangkok Kulit
Mengutip dari Healthline, secara umum teknik cangkok kulit dibagi menjadi dua macam, yaitu:
1. Split skin graft
Split skin graft merupakan jenis cangkok kulit yang diawali dengan mengangkat lapisan tipis permukaan kulit (epidermis). Setelah itu, potongan kulit diangkat dan ditempelkan pada luka yang terbuka.
Prosedur ini dilakukan dengan pisau besar (dermatom). Pada skin graft, jaringan kulit sehat biasanya diambil dari kaki, terutama kaki bagian bawah untuk menutupi bagian kulit kaki yang rusak atau terluka.
2. Full thickness
Dibandingkan split skin graft, prosedur full thickness cenderung memanfaatkan lapisan kulit yang lebih tebal untuk menutupi luka.
Dokter biasanya menghilangkan semua lapisan kulit yang rusak dengan pisau bedah. Jaringan kulit pengganti lalu dipotong sesuai dengan bentuk bagian kulit yang rusak.
Jaringan kulit pengganti dalam teknik full thickness sering diambil dari bagian lengan, leher, atau di belakang telinga untuk di tangan atau kulit wajah.
Risiko dan Komplikasi
Menurut dr. Debby Phanggestu dari Alodokter ada beberapa risiko pada tindakan operasi pencangkokan kulit. Di antaranya pendarahan, infeksi, kerusakan saraf, dan lain-lain.
Masa penyembuhan pasca operasi antara satu orang dengan orang yang lain pun berbeda-beda, tergantung dari luas permukaan kulit, kondisi medis pasien dan perawatan luka pasca operasi.
Selain itu operasi cangkok kulit juga dapat menyebabkan berbagai komplikasi, seperti:
- Alergi terhadap obat bius
- Gangguan pernapasan
- Perdarahan
- Infeksi, terutama di lokasi skin graft
- Gangguan pembekuan darah
- Kegagalan skin graft yang menyebabkan proses pemulihan kulit pascaprosedur berlangsung lama
- Penurunan sensasi atau indera peraba pada kulit
- Peningkatan sensitivitas kulit
- Jaringan parut pada kulit yang menjalani skin graft
- Perubahan warna pada kulit
- Permukaan kulit menjadi tidak rata
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: