Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan mental. Meski yang paling manjur mungkin adalah menemui psikolog atau psikiater, nyatanya tidak semua orang berani berkonsultasi dengan ahlinya.
Berdasarkan riset yang dilakukan Maybeline New York bersama JAKPAT, 6 dari 10 gen Z berusia 18-25 tahun alias Gen Z di Indonesia mengatakan pernah mengalami gejala isu kesehatan mental.
Sayangnya, hanya 15 persen saja yang berani ke psikolog untuk mengungkapkan kondisi mentalnya. 60 persen Gen Z takut meresahkan ketidakpastian di masa depan. Mereka juga mengkhawatirkan isu masalah pendewasaan.
Menurut psikolog klinis dan Co-Founder KALM, Karina Negara, tantangan utama memasuki usia 20 adalah menyatukan ekspektasi dan realita.
Baca juga: Dear Anak Muda yang Suka Begadang, Kurang Tidur Bisa Bikin Pikun
Untuk cewek-cewek usia 20-an yang mungkin sedang dalam quarter life crisis, ada kebiasaan yang bisa diterapkan untuk bantu jaga kesehatan mental, yuk simak!
1. Bangun kebiasaan positif
Untuk menjaga mental tetap sehat bisa dimulai dari membangun kebiasaan positif. Misalnya rajin bangun pagi dan olahraga yang teratur.
Kebiasaan positif akan membuat kamu jadi lebih produktif. Jangan dilakukan sesekali, kebiasaan positif harus dilakukan secara konsisten agar hasilnya baik; emosi jadi lebih terjaga dan hati pun tenang.
2. Rencanakan waktu istirahat
Menurut penelitian, kurang tidur memiliki efek negatif yang signifikan lho untuk kesehatan mental. Jadi, jangan sampai kamu bergadang untuk hal-hal yang tidak berguna.
Merencanakan waktu untuk istirahat atau tidur pada waktu yang teratur setiap hari bakal bantu kamu membawa stabilitas pada kondisi mental.
Baca juga: 5 Cara Mengelola Stres untuk Mempertahankan Kesehatan Mental
3. Afirmasi diri
Jangan memandang dirimu dengan hal yang negatif. Soalnya, itu justru akan menimbulkan efek negatif pada dirimu. Mulai sekarang, biasakan diri menggunakan kata-kata yang lebih positif.
Kebiasaan selalu berpikir positif dan mengafirmasi diri bisa membuat seseorang lebih optimis.
4. Validasi emosi
Validasi adalah kemampuan mengakui dan menerima berbagai emosi yang dirasakan. Nah, biar bisa memvalidasi emosi diri, kamu perlu melakukan latihan refleksi diri secara rutin.
Dengan rutin refleksi, kamu bisa mengevaluasi dirimu sendiri. Dalam validasi diri, refleksi yang akurat dan jujur dapat membantu proses penerimaan diri.
Tapi kala dirasa masih sulit berefleksi, kamu bisa dibantu oleh profesional melalui konseling supaya semakin akurat.
5. Ekspresikan kebaikan
Berbuat baik enggak cuma berdampak ke orang lain yang kita bantu, lho. Kebiasaan ini juga berdampak ke diri kita sendiri.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa membantu orang lain bisa membentuk self-esteem yang lebih sehat karena kita menemukan makna dan menumbuhkan manfaat hidup kita sendiri.
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: