Selasa, 22 AGUSTUS 2023 • 18:01 WIB

Moms, Ini Loh Ciri-ciri Bayi Alami Diare Akibat Rotavirus

Author

Ilustrasi anak menangis karena sakit diare.

INDOZONE.ID - Diare menjadi salah satu penyakit yang banyak dialami bayi baru lahir. Bahkan, dari data Indonesia Rotavirus Surveilance Network 2017, penyebab diare pada balita 41-58 persen karena bakteri rotavirus.

Dokter Spesialis Anak dr. Ramdhani Yassien, MMRS, Sp.A mengatakan, ada beberapa ciri-ciri jika bayi mengalami diare. Beberapa di antaranya buang air besar (BAB) lebih dari tiga kali dalam sehari.

"Jika BAB lebih dari tiga kali dalam kurun waktu 24 jam, dengan kotoran yang lebih cair dan berlangsung kurang dari satu minggu, itu sudah termasuk diare akut," ucap Ramdhani dalam diskusi secara daring yang berlangsung di Instagram Live Kemenkes RI, Selasa (22/8/2023).

Baca Juga: Cegah Kejadian Diare Berat, Pemerintah Mulai Gencar Lakukan Imunisasi Nasional Rotavirus

Selain itu, orang tua juga perlu untuk mengenali gejala-gejala lain yang terjadi selama diare terjadi pada bayi, seperti dehidrasi.

Umumnya, diare bisa menyebabkan bayi menjadi dehidrasi. Sehingga, kondisi ini harus segera ditangani dengan memberikan cairan yang lebih, agar kondisi dehidrasi pada bayi tidak semakin parah.

Ramdhani bilang, kondisi tersebut bisa semakin memperparah, jika bayi yang minimal usia 2 bulan belum diberikan imunisasi rotavirus.

"Pada anak yang belum mendapatkan imunisasi rotavirus, biasanya terjadi dehidrasi yang lebih berat, bahkan hingga syok," ujarnya.

Baca Juga: Awas! Diare Rotavirus Bisa Sebabkan Gangguan Organ hingga Kematian

Dokter Spesialis Anak dr. Ramdhani Yassien, MMRS, Sp.A.

Dokter yang berpraktik di Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan, Jakarta ini bilang, kejadian tersebut akibat pembuluh darah kehilangan banyak cairan. Sehingga, perlu perawatan secara intensif di dirawat di ICU (intensive care unit).

Oleh karena itu, Ramdhani mengimbau kepada para orang tua agar melakukan imunisasi rotavirus terhadap anaknya. Hal itu demi menjaga kesehatan dan meminimalisir bahaya lebih lanjut dari diare pada bayi.

"Setidaknya, imunisasi rotavirus dapat meminimalisir gejala yang terjadi seandainya anak merasa diare," imbuhnya. 

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Muhammad Syahril, mengatakan pelayanan imunisasi rotavirus dapat diperoleh di posyandu serta Fasilitas Pelayanan Kesehatan (fasyankes) yang melayani imunisasi rutin.

Baca Juga: Rotavirus Menyebabkan Penyakit Gastrointestinal, Berikut Berbagai Hal yang Harus Diketahui

Mulai dari puskesmas, puskesmas pembantu, rumah sakit pemerintah dan swasta, klinik, praktik dokter mandiri, praktik bidan mandiri, hingga pos pelayanan imunisasi lainnya. 

"Sasaran pemberian imunisasi rotavirus dimulai paling cepat pada anak usia 2 bulan atau bayi yang dilahirkan pada tanggal 16 Mei 2023," tutur Juru Bicara Kementerian Kesehatan Muhammad Syahril dikutip dari Antara. 

Ia menyampaikan, imunisasi rotavirus diberikan secara oral sebanyak 0,5 ml, atau setara lima kali tetes per dosis. Diberikan sebanyak tiga dosis dengan interval empat pekan antardosis.

Program yang dimulai sejak 15 Agustus 2023 lalu tersebut, merupakan agenda lanjutan dari program serupa yang sebelumnya bergulir sepanjang 2022. Program itu sudah berjalan di 21 kabupaten/kota di 18 provinsi dengan jumlah sasaran 196.876 bayi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU