Rabu, 04 JUNI 2025 • 12:05 WIB

Nggak Harus Glowing, Kadang Self-Love Cukup dengan Tidur Cukup

Author

Ilustrasi tidur untuk kesehatan jantung.

INDOZONE.ID - Kalau kamu dengar kata self-love, apa sih yang langsung muncul di kepalamu? nongkrong sama teman-teman? nonton di bioskop sendirian sambil beli popcorn? atau me time dengan skincare serta menyalakan lilin aromaterapi?

Itu ialah mencintai diri sendiri dalam berbentuk luar, tapi faktanya, self-love gak soal penampilan saja. Kadang bentuk cinta yang paling tulus merupakan hal sederhana yang sering kita abaikan, salah satunya tidur yang cukup.

Self-Love yang Sering Disalahpahami

Banyak orang yang memahami dan berpikir kalau mencintai diri sendiri itu harus memanjakan diri dengan cara istimewa. Misalnya, pergi ke kafe mahal, beli barang branded itu memuaskan diri, atau me time di hotel bintang 5.

Coba di balik lagi, saat kamu habis kerja kelelahan, bukannya mandi terus langsung tidur kamu malah maksa dirimu untuk begadang demi scroll media sosial. kadang kita lupa bahwa tubuh kita butuh istrirahat dan semuanya ada batasnya.

kita tidak menyadari bahwa tidur adalah hak dasar yang sering kita rampas dari diri sendiri.

Baca Juga: Laporan Kasus Baru Covid-19 di 5 Negara, Bagaimana Indonesia?

Kenapa Tidur Cukup Itu Bentuk Self-Love Paling Jujur?

Tidur itu bukan cuma soal ngantuk, tapi soal kebutuhan dasar tubuh yang harus dipenuhi. Saat kamu memutuskan untuk tidur cukup, ada banyak hal ajaib yang terjadi saat kita tidur nyenyak, seperti memperbaiki sel yang rusak, otak membersihkan sampah memori harian, sistem kekebalan tubuh lebih kuat, serta emosi kita lebih stabil.

Tidur yang cukup bisa bantu ngurangin risiko tekanan darah tinggi, gangguan jantung, bahkan depresi. hebat banget kan? makanya jika kamu mau hidup lebih sehat mulai dari kasurmu sendiri.

Masalahnya, Tidur Itu Gampang-Gampang Susah

Banyak orang yang mengeluhkan tidak bisa tidur pules saat kepala nempel di bantal. Ada yang overthking, belum lagi distraksi dari gadget karena notifikasi, atau sering menonton sampai pagi.

Tidur nyenyak setiap hati itu privilese. Jika kamu sulit tidur, ada beberapa tips biar tidur kamu berkualitas.

Baca Juga: Thailand Laporkan 65.880 Kasus Baru Covid-19 dan 3 Meninggal

1. Jauhkan HP Satu Jam Sebelum Tidur

Jangan scroll medsos beberapa saat sebelum kamu tidur. Soalnya otak kita lebih aktif jika scroll medsos. Coba deh ganti ke hal yang ringan seperti membaca buku atau dengar musik yang bikin rileks.

2. Batasi Kafein dan Makanan Berat Malam-Malam

Jangan minum kopi apalagi cemilannya mie instan saat jam 10 malam, itu bikin perut gak nyaman dan sulit tidur.

3. Ciptakan Suasana Kamar yang Tenang

Nyalain lampu redup, terus rebahan di kasur empuk yang nyaman, serta nyalain AC atau kipas angin untuk membantu tubuh kita siap istirahat.

4. Olahraga Rutin

Gak perlu mengangkat dumbel 30 kg saat kamu lagi mulai olahraga, cukup angkat beban 0,5-2 kg. Jika kamu gak punya alatnya kamu bisa jalan santai atau yoga ringan 3-4 kali seminggu. Itu saja udah cukup bantu tidur lebih nyenyak dan yang pasti meningkatkan kualitas tidur kamu.

5. Tidur dan Bangun di Jam yang konsisten

Tubuh punya jam biologis. jika kamu konsiten tidur dan bangun di waktu yang sama setiap hari, tidur kamu akan jauh berkualitas.

Baca Juga: Mengelola Diabetes dengan Pola Makan yang Tepat: Makan Lebih Sering, Hidup Lebih Sehat

Kita hidup di dunia yang suka memuja visual. Glowing skin, feed Instagram yang estetik, dan gaya hidup serba sempurna. Tapi, cinta yang sesungguhnya datang dari perhatian ke hal-hal kecil. Termasuk istirahat yang cukup.

Self-love nggak harus mahal. Nggak harus kelihatan wah. Kadang, bentuk paling nyata dari mencintai diri sendiri adalah saat kamu bilang, “Hari ini cukup. Sekarang waktunya istirahat.”

Jadi, mulai malam ini, yuk kasih waktu tidur yang layak buat tubuhmu. Karena kamu berhak sehat, berhak bahagia, dan yang paling penting kamu berhak merasa cukup.

Banner Z Creators.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Harvard Health

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU