Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 26 JULI 2025 • 16:04 WIB

Krisis Pangan Gaza Kian Memburuk: Kasus Malnutrisi Anak dan Ibu hamil Meningkat Tajam

Krisis Pangan Gaza Kian Memburuk: Kasus Malnutrisi Anak dan Ibu hamil Meningkat TajamKondisi ini mencerminkan memburuknya krisis pangan yang terus melanda wilayah tersebut akibat konflik dan blokade berkepanjangan. (REUTERS/Dawoud Abu Alkas)

INDOZONE.ID - Laporan terbaru dari klinik Médecins Sans Frontières (MSF) mengungkapkan bahwa angka malnutrisi parah pada anak-anak di bawah 5 tahun meningkat 3 kali lipat dalam dua minggu terakhir.

Kondisi ini mencerminkan memburuknya krisis pangan yang terus melanda wilayah tersebut akibat konflik dan blokade berkepanjangan. 

WHO melaporkan bahwa blokade bantuan  kemanusiaan yang mulai diberlakukan Israel sejak 2 Maret 2025 telah secara signifikan menghambat distribusi berbagai bantuan vital ke Gaza, salah satu diantaranya adalah pasokan pangan. 

Komunitas bantuan internasional memperingatkan bahwa krisis pangan di Gaza sudah berada di ambang yang sangat mengkhawatirkan, sedangkan Israel hanya mengizinkan bantuan masuk dalam jumlah yang terbatas dan tidak memadai.

Baca juga: Kisah Marimar Quiroa, Melawan Standar Kecantikan dengan Kelainan yang Merusak Wajahnya

Menteri Kesehatan Gaza melaporkan bahwa terdapat 9 korban jiwa  baru dalam 24 jam terakhir akibat kelaparan dan malnutrisi, di mana jumlah ini menyumbang total kematian akibat kelaparan dan malnutrisi menjadi 122 orang, dimana 83 diantaranya adalah anak-anak.

MSF juga melaporkan secara statistik bahwa 1 dari 4 anak-anak dan ibu hamil atau menyusui yang pekan lalu mereka periksa mengalami malnutrisi. Sementara itu di klinik Gaza City, jumlah pasien yang membutuhkan perawatan gizi meningkat sebanyak 4 kali lipat sejak bulan Mei lalu.

Krisis Pangan Gaza Kian Memburuk: Kasus Malnutrisi Anak dan Ibu hamil Meningkat TajamKondisi ini mencerminkan memburuknya krisis pangan yang terus melanda wilayah tersebut akibat konflik dan blokade berkepanjangan. (REUTERS/Dawoud Abu Alkas)

“Situasi ini benar-benar di luar dugaan. Sepanjang karir saya sebagai dokter, saya tidak pernah menyangka hal semacam ini bisa terjadi,” ucap Dr. Naji al-Qirashali, seorang dokter kandungan di Gaza.

Qirashali juga menambahkan bahwa sekitar 50% dari ratusan ibu hamil yang ia tangani setiap hari mengalami malnutrisi akut. Selain itu, ia juga menyatakan bahwa ada peningkatan signifikan kasus keguguran ibu hamil karena kesulitan mendapatkan makanan.

Baca juga: Meninjau Efek Diet Semangka bagi Tubuh, Sehat atau Berbahaya?

Bayi yang berhasil lahir pun seringkali memiliki berat badan tidak normal (sangat rendah dari ukuran normal) , lahir prematur, atau mengalami kelainan fisik karena malnutrisi sang  ibu.

Situasi krisis kemanusiaan di Gaza turut memicu berbagai respons dari komunitas internasional, termasuk kecaman terhadap blokade dan seruan untuk mempercepat distribusi bantuan kemanusiaan. 

Walaupun begitu, pemerintah Israel membantah bertanggung jawab atas krisis kelaparan ini. Kementerian Luar Negeri Israel menyebut tuduhan tersebut sebagai “kampanye fitnah dari pihak asing yang disengaja untuk mencemarkan nama baik Israel”. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Al Jazeera

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Krisis Pangan Gaza Kian Memburuk: Kasus Malnutrisi Anak dan Ibu hamil Meningkat Tajam

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!