Ilustrasi cinta ditolak. (freepik.com) (Freepik)
INDOZONE.ID - Tidak peduli seberapa sering kamu ditolak atau patah hati, proses untuk benar-benar move on tetap butuh waktu. Tidak bisa instan, dan tidak bisa dipaksakan.
Hal ini disebabkan oleh proses penyembuhan yang melibatkan emosi yang kompleks. Yang terpenting, kamu memberi ruang bagi dirimu sendiri untuk merasakan, untuk sembuh, dan pelan-pelan berdamai dengan kenyataan.
Dengan dukungan yang tepat dan langkah pemulihan yang jelas, luka itu bisa sembuh, dan kamu bisa siap untuk lembaran baru dalam cinta.
Entah kamu baru saja putus atau sedang menemani teman yang patah hati, satu hal yang penting adalah : validasi perasaan.
Rasakan apa yang kamu rasakan — sedih, marah, bingung — semuanya valid. Hadir di momen sekarang, jalin kembali koneksi dengan diri sendiri, dan peluk kehadiran orang-orang terdekat yang peduli padamu.
Jika semuanya terasa terlalu berat, tidak ada salahnya untuk mencari bantuan profesional. Curhat ke terapis — baik secara langsung atau online agar dapat membantu kamu lebih paham isi kepala dan isi hati.
Baca juga: Apes! Niat Bikin Konten Estetik, Influencer Ini Malah Berenang di Air Limbah Cape Town
Putus cinta tidak hanya membuat seseorang merasa sedih dan galau, tetapi juga berdampak langsung ke otak.
Dalam studi terhadap 15 orang yang baru saja ditolak, pemindaian otak menunjukkan bahwa saat melihat foto mantan, area otak yang berkaitan dengan sistem penghargaan dan kecanduan tetap aktif.
Artinya, meski tahu hubungan sudah selesai, otak mereka masih ‘terjebak cinta’.
Aktivitas tinggi juga terlihat di bagian otak yang biasa menyala saat seseorang kecanduan zat adiktif.
Ini sebabnya kenapa move on terasa sangat sulit seolah sulit lepas dari kecanduan zat adiktif.
Bahkan, area yang mengatur emosi dan perilaku pun ikut bekerja keras, menandakan otak sedang berusaha menyeimbangkan perasaan dan logika.
Baca juga: Lamar Ala Intelektual, Bukan Pakai Buket tapi Jurnal
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Betterhelp.com