Ilustrasi wajah keriput (Pexels/Andrea Piacquadio)
INDOZONE.ID - Di umur 20-an produksi kolagen tubuhmu secara alami bisa berkurang. Kolagen menjadi penopang kulit agar awet muda.
Kolagen sebagian besar berada di lapisan dermis kulit. Manfaatnya memberikan kekuatan dan kelembutan, membantu proses penyembuhan luka, serta menjaga kelembapan.
Seiring waktu, kolagen menurun secara alami karena proses internal dan eksternal. Serat kolagen di dalam tubuh menjadi terfragmentasi, sementara paparan sinar UV membuat kulit lebih kering dan kurang elastis.
Karena itu, perubahan gaya hidup untuk mengatasi kekurangan kolagen perlu dilakukan. Seperti menjaga nutrisi, tidur yang cukup dan sebagainya.
Lebih lanjut, yuk simak 6 kebiasaan baik yang bisa menjaga produktivitas kolagen alami yang dibutuhkan kulit. Berikut ulasannya dikutip Vogue.
Baca juga: Dian Sastro Ternyata Takut Kulitnya Keriput: Sekarang Sudah Banyak Muncul Garis Halus
Pola makan sangat penting. Tubuh membutuhkan vitamin C, zinc, mangan, dan tembaga untuk memproduksi kolagen. Makanan kaya kolagen seperti kaldu tulang, salmon, dan putih telur juga sangat baik untuk kesehatan kulit.
Tidur cukup dan mengelola stres membantu menjaga keseimbangan hormon dan regenerasi kulit. Usahakan tidur malam 8 jam dan bangun dalam kondisi bugar.
Banyak dermatolog tidak terlalu merekomendasikan suplemen kolagen karena belum ada bukti kuat bahwa peptida kolagen benar-benar sampai ke kulit. Suplemen yang bagus untuk kulit yaitu mengandung glutathione karena tinggi antioksidan.
Skincare yang mengandung retinol boleh digunakan karena langsung merangsang fibroblas untuk memproduksi kolagen dan memperbaiki tekstur kulit. Retinoid juga membantu mengembalikan elastisitas kulit dan memperbaiki tekstur yang kasar atau bergelombang.
Baca juga: Alasan Wajah Masih Kusam dan Keriput Meski Sudah Pakai Retinol, Intip Tipsnya!
Skincare dengan vitamin C juga sangat bagus digunakan, karena membantu melindungi dari kerusakan oksidatif. Peptida juga bisa memberi sinyal kepada kulit untuk memperbaiki dan membentuk kolagen, meskipun efeknya lebih ringan daripada retinoid, tetapi bisa bekerja secara sinergis.
Tabir surya atau suncreen juga penting untuk mencegah kerusakan kolagen akibat enzim MMP yang dipicu oleh sinar UV. Dukungan tambahan bisa berasal dari growth factors, niacinamide (vitamin B3), dan antioksidan lainnya yang mengurangi peradangan dan melindungi kerusakan kulit.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Vogue