Ilustrasi lomba 17-an. (Freepik)
INDOZONE.ID - Perayaan 17 Agustus memang selalu identik dengan kemeriahan lomba-lomba seru yang dimainkan oleh anak-anak. Namun, bagi orang tua yang memiliki anak dengan Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD), memilih lomba yang tepat bisa jadi tantangan.
Lomba yang membutuhkan fokus tinggi atau antrean panjang justru bisa membuat anak frustrasi. Padahal, semangat 17-an juga bisa dirasakan oleh anak ADHD dengan lomba yang sesuai.
Lomba yang berfokus pada gerak, kreativitas, dan kolaborasi bisa menjadi wadah yang sempurna bagi mereka untuk menyalurkan energi berlebih, membangun kepercayaan diri, dan merasakan kegembiraan bersama.
Berikut adalah 7 lomba 17-an yang cocok untuk anak ADHD yang bisa kamu coba!
Baca juga: 5 Mitos Tetanus: Tidak Hanya Disebabkan Benda Berkarat!
Lomba balap karung tradisional mungkin terlalu sulit bagi anak ADHD. Untuk itu, modifikasi lomba ini menjadi lebih menyenangkan!
Cukup minta anak melompat di dalam karung dari titik A ke titik B tanpa harus terlalu cepat. Yang terpenting bukan siapa yang menang, melainkan kebersamaan dan tawa saat mereka melompat-lompat dengan antusias.
Dibandingkan lomba estafet biasa yang membutuhkan ketelitian tinggi, lomba estafet air jauh lebih menyenangkan. Peserta harus memindahkan air dari ember A ke ember B menggunakan spons atau gelas.
Lomba ini melibatkan gerakan fisik, timbal balik dengan teman, dan keceriaan saat bermain air. Kekacauan dan cipratan air justru menjadi bagian yang paling seru.
Baca juga: Diet Sehat Ala Son Ye Jin yang Simpel dan Berkelas
Lomba mewarnai bisa menjadi aktivitas yang menenangkan dan melatih fokus anak ADHD, asalkan durasinya tidak terlalu panjang.
Sediakan gambar bertema kemerdekaan yang sederhana, seperti bendera, burung garuda, atau pahlawan. Berikan kebebasan anak untuk memilih warna dan mengekspresikan diri tanpa harus terpaku pada aturan.
Lomba tangkap ikan di ember adalah lomba sensorik yang sangat disukai anak-anak. Lomba ini tidak memiliki aturan yang rumit dan tidak menuntut anak untuk duduk diam.
Anak bisa dengan bebas mencoba menangkap ikan dengan tangan mereka, merasakan sensasi air, dan bergerak aktif. Ini adalah cara yang baik untuk menyalurkan energi tanpa ada batasan yang kaku.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan