Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 15 AGUSTUS 2025 • 12:45 WIB

7 Puisi Singkat tentang Merantau yang Penuh Rasa dan Makna

7 Puisi Singkat tentang Merantau yang Penuh Rasa dan MaknaIlustrasi Puisi Singkat Tentang Merantau. (Foto: Freepik @jcomp)

INDOZONE.ID - Merantau itu bukan cuma soal pindah tempat tinggal. Di balik koper dan ransel yang dibawa, ada sejuta rasa yang bercampur jadi satu.

Rindu keluarga, semangat mengejar mimpi, sampai momen-momen sendu yang nggak bisa diungkapkan dengan kata biasa. Puisi singkat sering jadi cara paling jujur buat menuangkan semua itu.

Buat yang lagi atau pernah merantau, kumpulan puisi singkat ini mungkin bisa bikin senyum sekaligus nyentuh hati.

Nggak panjang, tapi setiap barisnya punya makna dalam yang bisa bikin kita mengangguk pelan, “Iya, gue banget nih.”

Baca juga: 7 Puisi Singkat Tentang Anak Pertama yang Bikin Hati Hangat

7 Puisi Singkat tentang Merantau

7 Puisi Singkat tentang Merantau yang Penuh Rasa dan MaknaIlustrasi Puisi Singkat Tentang Merantau. (Foto: Freepik @jcomp)

1. Rindu di Perantauan
   Langkahku jauh dari rumah
   Hati tertinggal di pelukan ibu
   Langit asing menatapku bisu
   Rindu pulang tak pernah luruh

Puisi tentang merantau ini, menggambarkan perasaan rindu yang selalu menemani anak rantau. Meski jarak memisahkan, hati tetap tertambat pada rumah dan orang-orang tersayang di sana.

2. Jalan Sunyi Kota Baru
   Di jalan ramai aku sendiri
   Wajah-wajah asing tak menyapa
   Namun di dadaku ada doa
   Semoga semua ini berbuah cerita indah

Kota baru sering bikin perantau merasa sendirian meski dikelilingi keramaian. Tapi, harapan dan doa selalu jadi bahan bakar buat terus melangkah.

3. Pelukan yang Kutunda
   Kuingat hangat pelukan ayah
   Di bandara hari itu
   Kusimpan erat dalam dada
   Hingga saatnya pulang kembali

Kadang, yang paling diingat dari awal merantau bukanlah perjalanan itu sendiri, tapi momen perpisahan yang terasa berat. Pelukan terakhir sebelum berangkat jadi penguat di tanah rantau.

4. Kopi Pagi di Tanah Orang
   Kopi pagi tak lagi sama
   Aromanya asing di hidungku
   Namun teguk demi teguk
   Kusisipkan doa untuk kampungku

Kebiasaan kecil seperti minum kopi pun terasa berbeda saat merantau. Ada rasa asing yang lama-lama jadi akrab, tapi tetap bikin kita ingat rumah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ide Penulis

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

7 Puisi Singkat tentang Merantau yang Penuh Rasa dan Makna

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!