Ilustrasi jerawat nodul (sumber: Freepik)
INDOZONE.ID - Tidak semua jerawat sama. Ada satu jenis yang terkenal bandel dan menyakitkan, yaitu jerawat nodul. Berbeda dengan jerawat biasa yang muncul di permukaan, nodul tumbuh di dalam kulit, membentuk benjolan keras, merah, dan terasa nyeri. Parahnya, jerawat ini bisa bertahan berbulan-bulan serta meninggalkan bekas permanen jika tidak ditangani dengan benar.
Seperti jerawat pada umumnya, nodul bermula dari pori-pori yang tersumbat oleh minyak dan sel kulit mati. Bedanya, salah satu bakteri yang biasa disebut Cutibacterium acnes ikut terjebak di dalam kulit sehingga memicu infeksi yang sulit dijangkau. Faktor seperti produksi minyak berlebih, perubahan hormon, hingga genetik ikut memperparah kondisinya.
Baca juga: Jerawat Tiba-Tiba Muncul Padahal Rutin Skincare? Mungkin Stres yang Jadi Biangnya!
Ada beberapa pilihan untuk mengatasi jerawat nodul, yaitu:
Jerawat nodul sangat berisiko meninggalkan noda hitam atau jaringan parut permanen pada wajah, terutama jika terus-menerus dipencet agar segera pecah. Daripada dipaksakan, akan jauh lebih baik jika menemui dokter kulit agar dapat membantu mengatasi jerawat nodul dengan beberapa prosedur, seperti dermabrasi, laser, atau obat pencerah kulit.
Baca juga: 4 Cara Ampuh Hilangkan Bekas Jerawat : Nggak Perlu Lagi Pakai Filter!
Jika jerawat nodul sering muncul, menyakitkan, meninggalkan bekas, dan produk skincare kamu tidak membantu sama sekali, jangan menunda konsultasi ke dermatolog. Perawatan dini bisa mencegah komplikasi jangka panjang sekaligus mengurangi risiko bekas permanen.
Menangani jerawat nodul memang tidak mudah, tetapi bukan berarti mustahil. Dengan mengenali gejalanya sejak awal, menjaga rutinitas perawatan kulit, serta tidak ragu berkonsultasi ke dokter kulit, kamu bisa mencegah jerawat nodul berkembang lebih parah dan meminimalkan risiko bekas permanen. Ingat, perawatan dini selalu lebih baik daripada menunggu hingga masalah kulit menjadi lebih parah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline