Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 19 OKTOBER 2025 • 17:15 WIB

Dari Rokok ke Narkoba: Bahaya Tersembunyi di Balik Asap yang Dianggap Sepele

Dari Rokok ke Narkoba: Bahaya Tersembunyi di Balik Asap yang Dianggap SepeleIlustrasi merokok (Foto/iStockphoto)

INDOZONE.ID - Kasus seorang siswa yang ditampar kepala sekolah karena ketahuan merokok, dan berujung pada aksi mogok sekolah, kembali membuka diskusi publik tentang bahaya rokok di kalangan remaja. 

Di balik perdebatan tersebut, ada isu yang jauh lebih serius yakni rokok kerap menjadi ‘pintu masuk’ pertama, menuju kecanduan zat berbahaya, termasuk narkoba.

Indonesia Darurat Perokok Remaja

Dokter Spesialis Anak, Agustina Kadaristiana, MSc (Paeds), Sp.A, memaparkan data terkait jumlah perokok di akun Instagram pribadinya. Dalam data itu, Indonesia tercatat sebagai negara dengan jumlah perokok tertinggi di Asia Tenggara. 

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, jumlah perokok di Tanah Air mencapai 70 juta orang, dengan 7,4 persen di antaranya berasal dari kelompok usia 10 hingga 18 tahun.

Temuan ini sejalan dengan laporan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika Serikat, yang menyebutkan, 9 dari 10 orang dewasa pertama kali mencoba rokok sebelum usia 18 tahun.

Fakta tersebut menandakan, masa remaja merupakan periode paling rentan untuk terpapar kebiasaan merokok.

Baca juga: Imbas Tampar Murid yang Ketahuan Merokok, Kepsek SMAN 1 Cimarga Dipolisikan

Otak Remaja Masih Berkembang

Secara biologis, remaja berusia 10–18 tahun masih berada pada tahap perkembangan otak yang belum sempurna. Prefrontal cortex, bagian otak yang berperan dalam pengambilan keputusan, masih dalam proses matang.

Sebaliknya, bagian amigdala dan hipokampus—yang mengatur emosi dan dorongan—lebih aktif.

Kondisi ini membuat remaja lebih impulsif dan mudah terpengaruh oleh rasa ingin tahu, atau tekanan lingkungan. Ketika terpapar nikotin, otak mereka menjadi lebih sensitif terhadap efek zat adiktif tersebut.

Rokok: Gerbang Awal Menuju Narkoba

Data di Amerika Serikat menunjukkan, remaja yang mulai merokok sebelum usia 15 tahun, memiliki risiko 80 kali lebih tinggi untuk mencoba narkoba atau zat adiktif lainnya (NAPZA).

Hal ini disebabkan oleh kandungan nikotin dalam rokok, yang mampu merangsang pelepasan dopamin, senyawa kimia otak yang menimbulkan rasa senang dan tenang. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Instagram/dr.kadaristiana

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Dari Rokok ke Narkoba: Bahaya Tersembunyi di Balik Asap yang Dianggap Sepele

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!