Ilustrasi digital ageing (freepik).
INDOZONE.ID - Kalau kamu mengira digital ageing cuma soal sinar biru dari layar HP, coba pikir lagi. Faktanya, efeknya jauh lebih kompleks.
Menatap layar tanpa jeda bikin mata jarang berkedip, membuatnya kering dan lelah.
Refleks kecil seperti mengucek mata justru mempercepat munculnya garis halus dan lingkar hitam yang bikin wajah tampak kurang segar.
Lebih parahnya, cahaya biru juga mengacaukan produksi melatonin — hormon penting untuk tidur dan regenerasi sel.
Akibatnya, waktu istirahatmu berantakan, kulit sulit memperbaiki diri, dan tanda-tanda penuaan muncul lebih cepat dari yang kamu bayangkan.
Baca juga: Cek 15 Tanda Penting Tubuhmu Kekurangan Vitamin C Sebelum Terlambat, Jangan Anggap Remeh!
Jadi, kebiasaan scrolling tengah malam itu bukan cuma bikin kantung mata membesar, tapi juga mempercepat jam biologis tubuhmu sendiri.
Cahaya biru atau blue light adalah bagian dari spektrum cahaya tampak yang punya energi tinggi.
Sumbernya nggak cuma dari matahari, tapi juga dari layar HP, laptop, hingga TV yang nemenin kamu nonton drama.
Dalam dosis kecil, cahaya ini bisa membantu kamu fokus dan tetap terjaga.
Tapi kalau terus-terusan terpapar, efeknya bisa berbalik — mulai dari kulit menua lebih cepat sampai mata terasa perih dan lelah.
Baca juga: Tema dan Makna Hari Kesehatan Nasional 2025: Generasi Sehat, Masa Depan Hebat!
Blue light bisa menembus lapisan kulit terdalam dan menyebabkan stres oksidatif yang merusak kolagen serta elastin — dua elemen penting agar kulit tetap kencang dan halus.
Hasilnya? Kulit kehilangan elastisitas, muncul kerutan, dan warna kulit jadi tidak merata.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Drrashmishetty.com