Ilustrasi memakai masker wajah. (Freepik)
INDOZONE.ID - Pernah nggak kamu scrolling feed, terus lihat iklan masker wajah pencerah “buat kulit lebih putih dalam 7 hari!”, “tone‑up instan!”, dan seterusnya?
Nah, sebelum kamu langsung checkout, ayo kita bongkar dulu “apakah masker wajah benar‑benar bisa bikin kulit lebih putih?” Atau cuma klaim marketing aja?
Sebelum lanjut, penting banget buat ngerti, di dunia skincare, istilah “mencerahkan” atau “brightening” biasanya maksudnya bikin warna kulit lebih merata, mengurangi noda hitam atau hiperpigmentasi, dan bantu angkat sel kulit mati yang bikin wajah kelihatan kusam.
Bukan berarti kulit kamu bakal langsung dua atau tiga tingkat lebih cerah secara permanen.
Bahkan ada yang bilang istilah “whitening” di beberapa produk kadang cuma terjemahan yang bikin orang salah paham.
Masker wajah punya banyak fungsi, antara lain hidrasi, soothing, eksfoliasi ringan, atau meningkatkan glow instan.
Misalnya, sebuah artikel menyebut bahwa untuk “brightening” masker, bahan aktif seperti vitamin C, niacinamide, arbutin, licorice extract bisa membantu menyamakan warna kulit dan mengurangi hiperpigmentasi.
Baca juga: Skin Barrier 101: Penyebab, Ciri-Ciri, dan Cara Efektif Memperbaiki Skin Barrier yang Rusak
Jadi ya, masker bisa membantu membuat kulit tampak lebih cerah/segar, tapi bukan jaminan “kulit jadi putih” secara drastis.
Beberapa masker atau produk “whitening” memang ada yang mengandung bahan yang bisa menghambat pembentukan melanin (pigmen kulit), contohnya arbutin.
Tapi ada dua hal penting yang perlu kamu tahu:
Efeknya nggak instan. Perlu waktu dan konsistensi. Masker satu atau dua kali biasanya cuma bikin kulit kelihatan lebih segar aja.
Baca juga: Rey Nathanael Bongkar Tips! Keramas Gak Harus Tiap Hari Biar Rambut Anti-Lepek
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber