INDOZONE.ID - Di tengah tren skincare yang terus menghadirkan bahan aktif baru, sulfur seringkali luput dari perhatian. Padahal, bahan alami ini sudah lama dikenal sebagai andalan untuk merawat kulit berjerawat. Kemampuannya membantu menghambat bakteri penyebab jerawat sekaligus menyeimbangkan produksi minyak membuat sulfur tetap bertahan hingga sekarang, bahkan masih digunakan dalam produk bebas maupun resep dermatolog.
Meski terkesan “jadul”, sulfur bukan bahan yang ketinggalan zaman. Selama digunakan pada kondisi kulit yang tepat, manfaatnya masih sangat bisa diandalkan.
Saat diaplikasikan, sulfur bekerja dengan menyerap kelebihan minyak dan membantu proses eksfoliasi ringan. Sel kulit mati yang menumpuk perlahan terangkat, sehingga pori-pori lebih bersih dan tidak mudah tersumbat. Inilah salah satu alasan sulfur cukup efektif dalam mencegah munculnya jerawat baru.
Keunggulan lainnya, sulfur dikenal lebih ramah di kulit dibandingkan banyak bahan aktif kuat. Karena itu, ia sering dipilih oleh pemilik kulit sensitif atau mereka yang tidak cocok dengan formula terlalu keras. Kini, sulfur juga kerap dipadukan dengan bahan lain agar hasilnya lebih optimal tanpa mengorbankan kenyamanan kulit.
Baca juga: Bekas Jerawat Susah Hilang? Ini Cara Ampuh yang Bisa Kamu Coba di Rumah
Sulfur paling bekerja maksimal pada jerawat ringan, seperti komedo putih dan komedo hitam. Masalah ini umumnya berkaitan dengan produksi minyak berlebih dan penumpukan sel kulit mati, dua hal yang menjadi fokus utama sulfur. Dengan pemakaian rutin, sulfur dapat membantu meredakan kondisi ini sekaligus menjaga kulit tetap bersih.
Namun, perlu diingat bahwa respons setiap kulit berbeda. Konsistensi pemakaian, jenis kulit, dan tingkat keparahan jerawat sangat memengaruhi hasil akhirnya.
Ilustrasi wajah berjerawat (medicalnewstoday.com)
Ketika jerawat sudah meradang ditandai kemerahan, rasa nyeri, atau bahkan nanah sulfur biasanya tidak cukup kuat untuk mengatasinya. Sifatnya yang lembut membuatnya kurang efektif dalam menembus peradangan yang lebih dalam. Pada kondisi ini, bahan dengan efek antiinflamasi yang lebih kuat umumnya memberikan hasil yang lebih signifikan.
Karena membantu proses pengelupasan ringan, sulfur dapat membuat permukaan kulit terasa lebih halus. Namun, untuk bekas jerawat yang gelap atau sulit memudar, efeknya cenderung minimal. Jika fokus utamamu adalah memudarkan noda, produk dengan kandungan pencerah khusus biasanya memberikan hasil yang lebih terlihat.
Baca juga: Jerawat Bandel? Bisa Jadi Masalahnya Ada di Ususmu, Bukan di Skincare
Secara umum, sulfur tergolong aman dan bisa digunakan oleh kulit sensitif. Meski begitu, pemakaian berlebihan tetap berpotensi membuat kulit kering atau iritasi. Mulailah dengan intensitas rendah, lalu sesuaikan frekuensinya seiring adaptasi kulit.
Soal aroma, sulfur memang memiliki bau khas. Kabar baiknya, banyak produk modern kini sudah diformulasikan dengan aroma yang jauh lebih ringan dan nyaman digunakan.
Kesimpulannya, sulfur mungkin bukan bahan skincare yang sedang viral. Namun, untuk jerawat ringan dan kulit sensitif, ia tetap menjadi pilihan klasik yang efektif dan layak dipertimbangkan hingga hari ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline.com