Risiko sering menguncir rambut (Freepik)
INDOZONE.ID - Risiko sering kuncir rambut sering dianggap sepele karena terlihat praktis dan bikin tampilan lebih rapi.
Padahal, kebiasaan mengikat rambut hampir setiap hari ini, bisa memicu berbagai masalah tanpa kamu sadari.
Dampaknya bukan cuma soal rambut rontok, tapi juga berpengaruh pada kesehatan kulit kepala dan kenyamanan tubuh.
Dalam jangka panjang, kebiasaan ini bahkan bisa memengaruhi penampilan dan kecantikan rambut.
Supaya nggak salah langkah, yuk kenali tujuh risiko sering kuncir rambut yang efeknya bisa lebih serius dari yang kamu kira.
Baca juga: Kim Kardashian Pamerkan Rambut Kuncir Kuda yang Panjang
Berikut beberapa risiko yang sering muncul akibat sering kuncir rambut setiap hari:
Risiko sering kuncir rambut yang paling umum adalah rambut menjadi lebih rapuh dan mudah patah. Tekanan dari ikatan rambut yang terlalu kencang, apalagi dipakai dalam waktu lama membuat batang rambut melemah.
Jika dilakukan terus-menerus, rambut kamu akan kehilangan elastisitas alaminya dan jadi gampang rusak. Kondisi ini sering terjadi tanpa disadari karena rambut terlihat baik-baik saja di awal.
Nah, untuk menguranginya sebaiknya beri waktu rambut terurai beberapa jam setiap hari agar tidak terus tertarik.
Risiko sering kuncir rambut juga bisa membuat rambut lebih mudah kusut dan sulit diatur. Saat rambut dikuncir, pastinya akan terjadi gesekan dan tarikan antar helai rambut dalam waktu lama.
Hal ini membuat batang rambut saling menumpuk dan kehilangan kerapihannya. Akibatnya, setelah dilepas, rambut justru butuh waktu lebih lama untuk dirapikan.
Inilah alasan kenapa rambut sering terasa lebih kusut meski sebelumnya terlihat rapi saat dikuncir.
Risiko sering kuncir rambut yang jarang disadari adalah meningkatnya kerontokan hingga kebotakan. Ikatan karet yang kencang membuat rambut di area tertentu terus tertarik dan mudah patah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Maisonkhemiri, Vogue