Ilustrasi jerawat. (Timesofindia)
INDOZONE.ID - Pernah merasa sudah rajin skincare, tapi jerawat tetap saja muncul dan sulit dikendalikan?
Bisa jadi penyebabnya bukan hanya dari luar, melainkan dari apa yang kita makan setiap hari. Tanpa sadar, makanan favorit yang sering kita nikmati ternyata dapat memicu peradangan dan memperburuk kondisi kulit.
Rasanya memang menggoda dan sulit ditolak, apalagi kalau sudah jadi kebiasaan.
Namun, kulit juga butuh perhatian dari dalam agar tetap sehat dan bersih. Yuk, kenali lima makanan pemicu jerawat yang sebaiknya mulai dibatasi demi kulit yang lebih terjaga, berikut ini.
Karbohidrat olahan termasuk salah satu makanan penyebab jerawat yang sering dikonsumsi sehari-hari.
Jadi, orang yang mengonsumsi karbohidrat olahan dalam jumlah tinggi memiliki risiko jerawat lebih besar, dibandingkan mereka yang membatasinya.
Contohnya roti putih, pasta, mi instan, spageti, dan nasi putih. Jenis makanan ini dapat meningkatkan gula darah dengan cepat dan memicu peradangan pada kulit.
Oleh karena itu, penting untuk mengatur porsinya dan menyeimbangkan dengan makanan bergizi.
Konsumsi makanan manis berlebihan juga termasuk pemicu jerawat yang perlu diwaspadai.
Dalam jurnal NutriNet-Santé menemukan bahwa makanan tinggi gula atau lemak berkaitan dengan risiko jerawat 54% lebih tinggi, sementara minuman manis meningkatkan risiko hingga 18%.
Baca juga: 5 Manfaat Retinol untuk Kulit Wajah, dari Atasi Jerawat hingga Anti Aging
Contohnya seperti soda, minuman kemasan, dan camilan tinggi gula tambahan. Gula berlebih dapat meningkatkan produksi minyak dan memicu peradangan pada kulit. Mengurangi konsumsi gula bisa membantu menjaga kulit tetap lebih sehat.
Makanan cepat saji seperti burger, kentang goreng, nugget, dan hot dog memang praktis, tetapi juga tinggi kalori dan lemak. Kandungan tersebut dapat memicu peradangan dalam tubuh yang berkontribusi pada munculnya jerawat.
Konsumsi junk food berlebihan juga dapat mengganggu keseimbangan hormon dan produksi minyak pada kulit.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline, WebMD