Ilustrasi tren skincare (freepik).
INDOZONE.ID - Klinik You & I di Seoul, Korea Selatan, punya perawatan tekstur kulit yang banyak diminati.
Metodenya melibatkan penyuntikan fragmen kecil DNA dari sperma salmon ke dalam lapisan dermis kulit.
Hal ini bukan bertujuan untuk menambah volume seperti filler, melainkan untuk merangsang jaringan kulit agar lebih sehat.
Kyu-Ho Yi, dokter estetika di klinik tersebut sekaligus profesor di Universitas Yonsei, menjelaskan konsep ini sebenarnya berasal dari dunia kedokteran regeneratif dan penyembuhan luka.
Fragmen DNA dari ikan punya potensi memperbaiki jaringan pada pasien dengan bekas luka.
Data ilmiah tentang perawatan ini masih relatif sedikit. Namun beberapa studi menunjukkan bahwa perawatan yang memanfaatkan polinukleotida murni dari sperma salmon ini dapat membantu mengurangi garis halus.
Joshua Zeichner, profesor dermatologi di Mount Sinai Hospital, AS, mengatakan perawatan ini terbukti membantu meningkatkan hidrasi, kekenyalan, tekstur, dan kerutan kulit.
"Tidak jelas bagaimana seseorang pertama kali memutuskan untuk mencoba ini sebagai perawatan kulit, tapi tetap saja, ada praktik semacam ini," ujarnya.
Baca juga: Konsumsi Kolagen Harus Pagi atau Malam? Banyak yang Masih Salah! Ini Penjelasan Sebenarnya
Selain suntikan sperma salmon, beberapa perawatan aneh lainnya juga sedang populer:
Facial Geisha menggunakan kotoran burung nightingale yang disterilkan dengan sinar ultraviolet, dicampur dengan bahan eksfoliator dan pencerah, lalu dioleskan sebagai masker.
Praktik ini berawal dari penemuan di Jepang bahwa kotoran burung nightingale bisa digunakan sebagai penghilang pewarna pada kain.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BBC