Ilustrasi pemakaian acne patch (Freepik)
INDOZONE.ID - Lagi siap-siap keluar, makeup sudah on point eh, jerawat nongol di tempat yang nggak sopan. Panik? Tenang, sekarang ada “penyelamat instan” yang lagi viral: acne patch.
Stiker kecil ini bukan cuma bening, ada juga yang bentuknya bintang, bunga, bahkan warna-warni. Bukan buat disembunyiin, tapi justru dipamerin. Jerawat? Sekarang jadi “aksesori”.
Tapi di balik tren ini, muncul satu pertanyaan penting: ini benar-benar solusi atau cuma gimmick skincare doang?
Dulu, jerawat bikin orang minder setengah mati. Sekarang? Banyak yang santai, bahkan pede pakai patch warna-warni di muka.
Padahal, faktanya jerawat masih jadi masalah besar. Menurut American Academy of Dermatology, sekitar 50 juta orang tiap tahun mengalaminya dan nggak cuma remaja, tapi juga orang dewasa.
Lebih dari sekadar masalah kulit, jerawat juga bisa ngaruh ke mental. Rasa nggak percaya diri, cemas ketemu orang, sampai social anxiety semuanya nyata.
Makanya, produk seperti acne patch langsung naik daun. Praktis, cepat, dan kelihatan “niat merawat diri”.
Baca juga: Pakai Acne Patch atau Obat Totol, Mana yang Lebih Bagus?
Menurut dokter kulit Lavanya Krishnan, acne patch itu ibarat plester mini khusus jerawat.
Bahannya disebut hydrocolloid fungsinya simpel tapi efektif:
Dan yang paling penting: mencegah kamu pencet jerawat.
Karena, jujur saja, banyak orang gagal sembuh bukan karena jerawatnya, tapi karena tangannya sendiri.
Nah, ini yang sering bikin ekspektasi terlalu tinggi.
Acne patch cuma ampuh buat jerawat yang “matang” di permukaan, seperti jerawat putih, komedo, atau jerawat berisi nanah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline.com