Ilustrasi Wanita dengan Glass Skin (FREEPIK)
INDOZONE.ID - Tren “glass skin” atau kulit sebening kaca masih jadi standar kecantikan yang banyak diincar, terutama di kalangan anak muda pecinta skincare. Kulit yang tampak super halus, lembap, glowing natural, dan bebas kusam ini bukan hasil instan, tapi kombinasi rutinitas skincare yang konsisten dan tepat.
Kalau kamu penasaran bagaimana cara mendapatkannya, ini dia panduan lengkap skincare routine “glass skin” yang bisa kamu ikuti di rumah!
Langkah pertama yang wajib adalah membersihkan wajah dengan teknik double cleansing.
Tahap ini penting banget supaya pori-pori benar-benar bersih dan siap menerima skincare berikutnya.
Baca juga: Kulit Sehat dan Glowing Ternyata Dimulai dari Meja Makan! Ini Pola Makan yang Wajib Kamu Tahu
Kulit kusam sering disebabkan penumpukan sel kulit mati. Di sinilah exfoliator berperan. Gunakan secara rutin (2–3 kali seminggu) untuk membantu mencerahkan kulit, membuat tekstur lebih halus, dan mempercepat regenerasi kulit.
Tapi ingat, jangan berlebihan agar kulit tidak iritasi.
Setelah wajah bersih, toner membantu mengembalikan pH kulit sekaligus memberikan hidrasi awal. Toner yang tepat akan membuat kulit terasa lebih segar dan siap menyerap skincare berikutnya dengan maksimal.
Ini adalah step yang sering jadi “kunci” glass skin. Essence berfungsi untuk memberikan hidrasi lebih dalam, membuat kulit terlihat lebih kenyal, dan membantu proses perbaikan kulit. Teksturnya ringan, tapi efeknya besar untuk memberikan hasil yang glowing.
Di tahap ini, kamu bisa memilih sesuai kebutuhan kulit:
Gunakan secara rutin agar hasilnya lebih maksimal.
Ilustrasi mengaplikasikan moisturizer (freepik)
Jangan pernah skip pelembap! Moisturizer berfungsi mengunci semua skincare sebelumnya agar tidak cepat menguap. Hasilnya, kulit jadi lebih lembap tahan lama, tidak mudah kering, serta terlihat sehat dan plumpy.
Kalau ingin kulit tetap bening dan awet muda, sunscreen adalah senjata utama. Paparan sinar matahari bisa bikin kulit kusam, munculnya flek hitam, dan penuaan dini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline