Perawatan antiaging dari dalam mulai diburu kaum hawa. (Instagram/nurturaclinic)
INDOZONE.ID - Perawatan kulit antiaging konvensional seringkali hanya mengejar hasil instan. Berbeda halnya dengan metode Skin Biohacking Protocol yang bekerja pada level fungsi biologis kulit.
Skin Biohacking Protocol merupakan hack perawatan kulit yang menggabungkan sains, teknologi, nutrisi, dan gaya hidup. Manfaatnya membantu meningkatkan fungsi alami kulit agar lebih sehat, glowing, dan awet muda.
Sekali perawatan, kamu akan mendapat kan manfaat dari luar dan dalam kulit.
Sebab cellular skin optimization ini bisa memperkuat arsitektur kulit dan mendukung regenerasi alami dari dalam.
Baca juga: Daftar Provinsi dengan Kuota Haji Terbanyak, Apa Aja?
Praktisi Biohacking Nurtura Dr. Yusri Dinuth, ABAARM menjelaskan, konsep ini awalnya dikembangkan di Monte Carlo, pusat inovasi luxury aesthetic dunia, sebelum akhirnya disempurnakan melalui riset klinis di Jakarta oleh tim dokter spesialis longevity dan pakar biohacking Nurtura.
“Dunia aesthetic medicine saat ini sedang bertransformasi menuju regenerative beauty. Pasien dari kalangan premium kini memahami bahwa kulit yang sehat tidak cukup hanya terlihat glowing di permukaan, tetapi harus memiliki kualitas biologis yang kuat dan resilien,” ujarnya saat dihubungi, Rabu (13/5/2026).
Melalui protokol ini, sang dokter percaya bahwa perawatan ini merupakan investasi terhadap healthy aging dengan mengintegrasikan peptide technology, exosome therapy, hingga NAD+. Manfaatnya tentu saja bisa dirasakan dalam jangka panjang.
Dalam kesempatan sama, Co-Founder Nurtura Dr. Hilwa Saleh Alwaini, BMedSc turut menambahkan, pasien tak perlu khawatir dengan efek samping dan menunggu lama untuk melihat hasilnya.
“Selama ini kita diajarkan untuk merawat kulit dari luar mengejar hasil yang terlihat, lalu kembali lagi ketika efeknya memudar. Siklus itu terus berulang karena akar masalahnya tidak pernah benar-benar disentuh,” paparnya.
Kata dr Hilwa lagi, saat kulit dirawat di level sel, perubahan yang terjadi bukan sekadar sementara. Seiring waktu hasilnya akan semakin bagus, terlebih jika pasien juga rajin menerapkan gaya hidup sehat.
“Kami percaya pendekatannya harus berbeda. Kulit tidak kembali ke titik awal setiap kali treatment selesai, ia terus membangun, memperbaiki, dan berkembang seiring waktu,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wawancara