Ilustrasi masker green tea. (freepik)
INDOZONE.ID - Pernah bangun tidur, cermin, dan bertanya-tanya kenapa kulit terlihat lebih tua dari umur sebenarnya?
Kusam, kendur, garis halus mulai muncul, padahal kamu belum usia 30-an. Fenomena ini dikenal sebagai: penuaan dini — dan penyebabnya jauh lebih banyak dari sekadar faktor usia.
Polusi, paparan sinar UV, kurang tidur, stres — semua itu mempercepat kerusakan sel kulit.
Tapi ada kabar baik: di balik secangkir teh hijau yang biasa kamu konsumsi, tersimpan dua senjata alami yang terbukti secara ilmiah bisa melawan penuaan dini dari luar.
Baca juga: Manfaat Air Mawar Ternyata Bisa Membantu Mengatasi Kulit Kusam dan Kerutan
Penuaan dini bukan hanya soal usia, tapi soal seberapa baik kamu merawat sel kulitmu. Green tea dengan senyawa EGCG dan Vitamin B-2-nya, punya jawaban ilmiah yang menarik untuk itu.
Baca juga: Rose Water Nggak Cuma Wangi, Ini Manfaatnya Buat Kulit!
Sebuah studi yang dipublikasikan pada 2003 mengungkapkan bahwa antioksidan EGCG yang melimpah dalam teh hijau memiliki kemampuan meremajakan sel kulit yang menua dan sekarat.
Dengan melindungi sekaligus memperbaiki sel-sel tersebut, EGCG terbukti mampu melawan tanda-tanda penuaan dan membuat kulit kusam tampak lebih sehat dan bercahaya.
Penuaan dini terjadi akibat paparan sinar UV, polusi terus-menerus, serta radikal bebas yang menyerang sel kulit setiap hari.
Hal itu menyebabkan sel kulit rusak dan kehilangan kemampuannya untuk meregenerasi sebagaimana mestinya. Akhirnya, tanda-tanda penuaan dini muncul, seperti kulit kusam, kendur, garis halus dan kerutan mulai terlihat.
Baca juga: Tidak Cuma Wangi, Rose Water Juga Punya Manfaat bagi Kulitmu
Dan disanalah EGCG bekerja. EGCG dapat meremajakan sel kulit yang “sekarat” dan melindungi dari kerusakan lebih lanjut.
Kalau EGCG bekerja di level sel, Vitamin B-2 bekerja di level struktural kulit. Kolagen adalah protein yang membuat kulitmu terasa kenyal, padat, dan tidak mudah "jatuh."
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline