Ilustrasi wajah berjerawat. (Freepik)
INDOZONE.ID - Banyak orang rela menghabiskan ratusan ribu hingga jutaan rupiah untuk membeli produk skincare demi mengatasi jerawat yang tak kunjung hilang.
Padahal, ada satu bahan alami yang selama ini mungkin hanya dikenal sebagai minuman diet atau teman saat menjalani pola hidup sehat. Bahan tersebut adalah: green tea.
Di balik rasanya yang khas, green tea ternyata menyimpan sejumlah kandungan aktif yang membuatnya semakin populer dalam dunia kecantikan.
Bahkan, banyak produk skincare premium memasukkan ekstrak green tea sebagai salah satu bahan unggulannya karena dipercaya mampu membantu mengatasi berbagai masalah kulit, terutama jerawat dan produksi minyak berlebih.
Baca juga: Rekomendasi Basic Skincare untuk Pria, Simpel tapi Penting!
Lantas, apa yang membuat green tea begitu spesial?
Masih banyak orang yang mengira jerawat muncul karena wajah jarang dibersihkan. Faktanya, penyebab jerawat jauh lebih kompleks dari itu.
Jerawat biasanya muncul akibat kombinasi beberapa faktor, mulai dari produksi minyak berlebih, penyumbatan pori-pori, penumpukan sel kulit mati, perubahan hormon, hingga pertumbuhan bakteri pada permukaan kulit.
Ketika minyak diproduksi secara berlebihan, pori-pori menjadi lebih mudah tersumbat. Kondisi inilah yang kemudian menciptakan lingkungan ideal bagi bakteri untuk berkembang dan memicu peradangan.
Baca juga: Kenapa Sunscreen Penting untuk Anak Muda? Ini Alasannya
Akibatnya, muncul berbagai jenis jerawat mulai dari komedo kecil hingga jerawat merah yang terasa nyeri saat disentuh.
Salah satu alasan mengapa green tea banyak digunakan dalam produk perawatan kulit adalah kandungan polifenol yang dimilikinya.
Polifenol merupakan senyawa alami yang memiliki sifat antioksidan kuat.
Menurut berbagai penelitian, polifenol dalam teh hijau dapat membantu mengurangi produksi sebum atau minyak berlebih pada kulit.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline