INDOZONE.ID - Sekarang belanja online produk kecantikan gak cuma transaksi, tapi jadi cara untuk gen z berekspresi. Tak jarang banyak gen z yang ingin menjelajahi dunia kecantikan lebih personal.
Gen Z, yang identik dengan keinginan akan keaslian, pengalaman personal, dan komunitas yang suportif, mulai mencari platform yang bisa nyambung sama gaya hidup mereka. Di sinilah platform kecantikan SOCO muncul, bukan cuma jadi tempat belanja, tapi juga ruang eksplorasi dan koneksi.
Belanja Bukan Sekadar Klik & Checkout
Gen Z cenderung lebih selektif saat membeli produk kecantikan. Mereka pengin tahu: cocok nggak ya sama kondisi kulit? Ulasannya gimana?
Hal itu dikatakan SVP Marketing Operations Social Bella Ghea Yantra. Menurut dia, teknologi yang relevan dapat terus mempermudah para beauty enthusiast untuk belanja online.
"Adanya integrasi antara commerce, review tepercaya dan komunitas dapat membantu mereka untuk dapat enjoy their life to the fullest," katanya di Jakarta.
Belanja Lebih ‘Mindful’
Dengan dominasi Gen Z (54%) dan Milenial (46%) sebagai konsumen utama, perilaku belanja kini makin selektif. Maka itu, semua fitur yang ada dipersonalisasi dengan kebutuhan masing-masing pengguna untuk membuat pengalaman belanja lebih relevan dan efisien bagi setiap pengguna.
Salah satunya melalui pendekatan yang personal ini didukung oleh fitur seperti Personalized Beauty Profile. Lewat profil ini, pengguna bisa tahu produk yang sesuai dengan tipe kulit, kebiasaan, dan minat mereka—tanpa perlu scroll panjang-panjang.
Ada juga fitur Scan, kamu tinggal pindai barcode produk saat belanja di toko fisik buat langsung lihat review-nya dari pengguna lain. Jadi, keputusan belanja bisa lebih cepat tapi tetap meyakinkan.
Komunitas: Tempat Tumbuh dan Saling Support
Bukan cuma soal skincare atau makeup, tapi juga soal punya tempat buat cerita dan tumbuh. SOCO Network jadi komunitas para beauty enthusiast, content creator, bahkan pemula yang sekadar ingin mulai berbagi.
Nggak melulu soal produk, tapi juga diskusi soal fashion, makanan, olahraga, sampai budaya Korea. Buat Gen Z yang suka eksplorasi lintas minat, ini bisa jadi tempat yang relevan banget.
Salah satu anggotanya, Amanda Karina Putri, bahkan bilang bahwa komunitas ini jadi tempat ia berkembang sebagai content creator. Dari awalnya sekadar hobi, kini ia jadi founder Creators Lab Indonesia. Semua dimulai dari lingkungan yang suportif dan kesempatan yang terbuka.
“Lebih dari 8 tahun aku telah bergabung. Awalnya hanya hobi membuat konten, tapi lewat berbagai acara eksklusif. Aku jadi semakin paham dan terus belajar konten yang relevan untuk followers-ku," ungkap Amanda.
Bisa dibilang, komunitas ini adalah fondasi awal yang membentuk mindset seseorang jadi konten creator professional. Ditambah banyak teman yang saling support hingga sekarang.
"Sekarang aku ingin mengajak lebih banyak kreator muda untuk tumbuh bersama, membawa semangat kolaborasi dan inspirasi yang selama ini aku dapatkan," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan