INDOZONE.ID - Sarah Dzafce, Miss Finlandia yang menjadi salah satu finalis Miss Universe 2025 di Thailand, mendadak viral dan menjadi sorotan publik.
Pasalnya, Sarah Dzafce memicu kemarahan publik dan dinilai rasis setelah fotonya dengan menarik sudut mata viral di media sosial.
Dalam foto yang diunggahnya, Sarah Dzafce membagikan fotonya dengan mata sipit yang dianggap rasis dan merendahkan orang Asia Timur.
Baca juga: Kemenangannya Dituduh Palsu, Miss Universe 2025 Fatima Bosch Beri Jawaban Menohok!
"eating with a Chinese," tulis Sarah Dzafce dalam postingannya tersebut, seperti dilihat Indozone, Jumat (19/12/2025).
Unggahan tersebut langsung menuai kritik keras dari warganet, khususnya di Jepang, Korea Selatan, dan China.
Bahkan, kemarahan publik ikut menyeret maskapai nasional Finlandia, Finnair, yang ikut diserang di media sosial.
Klarifikasi dan Permintaan Maaf Sarah Dzafce
Setelah viral, Sarah Dzafce kemudian memberikan klarifikasi. Ia mengaku gestur tersebut muncul karena dirinya sedang sakit kepala saat makan malam.
Dzafce juga mengatakan bahwa keterangan foto yang menyinggung tersebut ditambahkan oleh temannya tanpa sepengetahuannya pada unggahan 11 Desember 2025.
Ia pun menyampaikan permintaan maaf melalui Instagram dan mengakui bahwa unggahan itu telah menimbulkan perasaan tidak nyaman bagi banyak orang.
"Itu sama sekali bukan niat saya. Salah satu hal terpenting bagi saya adalah menghormati orang lain, latar belakang mereka, dan perbedaan yang ada," tulisnya.
Namun, permintaan maaf tersebut masih menuai kritik. Beberapa pihak menilai permintaan maaf itu tidak tulus karena ditulis dalam bahasa Finlandia saja.
Tanggapan Berbagai Pihak
Sementara itu, Perdana Menteri Finlandia, Petteri Orpo menyampaikan bahwa tindakan yang dilakukan Dzafce adalah hal yang bodoh.
"Itu adalah tindakan yang tidak dipikirkan dengan matang dan bodoh, polemik ini telah merusak citra Finlandia di mata dunia," ungkap Petteri Orpo seperti dilansir BBC, Jumat (19/12/2025).
Kontroversi semakin memanas ketika dua anggota parlemen Juho Eerola dan Kaisa Garedew, mengunggah foto diri mereka menirukan gestur yang sama sebagai bentuk dukungan kepada Dzafce.
Setelah menuai kecaman, kedua unggahan itu akhirnya dihapus. Eerola pun meminta maaf dan menyebut bahwa Dzafce menerima hukuman yang terlalu berat.
Baca juga: Thailand Keluarkan Surat Penangkapan ke Bos Miss Universe atas Dugaan Penipuan
Perdana Menteri Orpo mengecam tindakan para politisi tersebut dan menyebutnya sebagai kekanak-kanakan.
Ia menegaskan bahwa anggota parlemen seharusnya memberi contoh sikap yang baik kepada masyarakat.
Media lokal melaporkan bahwa Partai Finns kini tengah mempertimbangkan sanksi bagi kedua politisi tersebut.
Di sisi lain, Finnair mengakui bahwa kontroversi ini berdampak pada perusahaan. Finnair menyebut adanya seruan boikot wisata ke Finlandia.
Dalam pernyataan di akun X versi Jepang, Finnair menegaskan bahwa pernyataan dan unggahan sejumlah politisi tidak mencerminkan nilai perusahaan.
Kasus ini juga menarik perhatian luas di Jepang, Korea Selatan, dan China. Seorang warga Jepang yang tinggal di Finlandia bahkan membuat petisi yang meminta penyelidikan atas dugaan diskriminasi terhadap orang Asia.
Bukan cuma itu, Kedutaan Besar Finlandia di Jepang juga mengaku menerima banyak pertanyaan dan kritik terkait upaya Finlandia dalam menangani isu rasisme.
Dalam unggahan di media sosial, pihak kedutaan mengakui bahwa rasisme masih menjadi tantangan di Finlandia dan membutuhkan upaya serius serta berkelanjutan untuk mengatasinya.
Kini, Sarah Dzafce juga telah dicopot dari gelarnya sebagai Miss Finland.
Kontroversi ini menambah daftar panjang masalah dalam ajang Miss Universe di Thailand, yang sebelumnya juga diwarnai aksi walk out dan tuduhan kecurangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BBC, Instagram/sarahdzafce