INDOZONE.ID - Dalam beberapa tahun terakhir, dunia kecantikan terus mencari formula terbaik untuk mendapatkan tampilan kulit paling bercahaya. Meski tren kecantikan era 90-an kembali populer, kulit matte justru semakin ditinggalkan. Sebaliknya, tampilan kulit glowing dan dewy masih menjadi favorit dan terus mengalami evolusi.
Lalu, tren apa lagi yang sedang naik daun? Setelah lama terobsesi dengan kulit bercahaya, kini muncul fenomena baru bernama butter skin. Dalam sebulan terakhir, pencarian Google terkait tren ini melonjak hingga 300 persen. Beragam tutorial untuk mendapatkan tampilan butter skin pun ramai bermunculan di media sosial. Meski kulit glowing sudah lama digemari, tren butter skin menandai babak baru dalam dunia kecantikan yang terinspirasi dari makanan.
Untuk memahami tren ini lebih dalam, dua pakar di bidang skincare dan makeup membagikan pandangan mereka mengenai apa itu butter skin dan bagaimana tren ini memengaruhi rutinitas kecantikan sehari-hari.
Apa Itu Butter Skin?
Mirip dengan tren kulit dewy lainnya yang terinspirasi dari makanan, butter skin menekankan penggunaan skincare dan makeup secara bertahap agar hasil akhirnya tampak maksimal. Menurut Ifeoma Ejikeme, pakar kulit sekaligus pendiri ZKIN dan Adonia Medical Clinic, butter skin bertujuan menciptakan tampilan kulit yang sangat lembut, kenyal, dan terhidrasi menyerupai tekstur mentega yang halus dan kaya.
“Tren ini berakar dari filosofi perawatan kulit Korea yang menekankan pentingnya menjaga kelembapan dan memperkuat skin barrier. Kini, butter skin semakin diminati karena banyak orang ingin beralih ke pendekatan perawatan kulit yang lebih seimbang dan berkelanjutan,” jelas Ejikeme.
Baca juga: AAMA 2025: Barometer Tren Kecantikan Indonesia dan Penggerak Ekonomi Kreatif
Rahasia Mendapatkan Butter Skin
Kunci utama butter skin terletak pada tahap persiapan kulit. Mengaplikasikan skincare yang melembapkan dan memberi efek dewy akan menciptakan dasar sempurna sebelum makeup digunakan.
“Fokuslah pada hidrasi sambil memperkuat skin barrier,” ujar Ejikeme. Ia menyarankan rutinitas skincare dimulai dari pembersihan lembut (gentle cleansing), dilanjutkan dengan hidrasi berlapis, perbaikan skin barrier, serta perlindungan menggunakan SPF.
Pilih produk yang menutrisi, melembutkan, dan menjaga kelembapan kulit. Kandungan seperti ceramide, asam lemak, peptida, hyaluronic acid, dan gliserin sangat efektif membuat kulit tampak kenyal dan sehat. Untuk eksfoliasi yang tetap ramah di kulit, gunakan lactic acid atau PHA karena tidak membuat kulit kering. Sebagai langkah akhir, aplikasikan face oil dengan kandungan squalane agar kelembapan terkunci dengan baik.
Tak ada hasil instan dalam mendapatkan butter skin. Konsistensi dan penggunaan produk secara bertahap menjadi kunci utama. Ejikeme menekankan bahwa inti tren ini adalah menjaga kulit tetap sehat, lembap, dan kuat dalam jangka panjang.
Ia menyarankan memulai dengan pembersih lembut yang tidak merusak skin barrier. Setelah itu, lanjutkan dengan eksfoliasi menggunakan toner berbahan dasar PHA untuk membantu meratakan tekstur kulit tanpa iritasi. Jika kulit cukup kuat, eksfoliasi bisa dilakukan setiap hari, namun bagi kulit sensitif cukup satu hingga dua kali seminggu.
Gunakan serum dengan kandungan hidrasi tinggi, lalu kunci dengan pelembap kaya ceramide untuk memperkuat skin barrier. Di pagi hari, akhiri dengan sunscreen bertekstur dewy untuk melindungi kulit dari sinar UV sekaligus memberikan tampilan glowy alami.
Makeup Terbaik untuk Tampilan Butter Skin
Setelah kulit terhidrasi optimal, makeup berperan sebagai sentuhan akhir. Jamie Genevieve, makeup artist sekaligus pendiri Vieve, menekankan bahwa kunci butter skin terletak pada skincare, bukan makeup tebal.
“Makeup sebaiknya digunakan ringan dan secukupnya, hanya untuk menonjolkan kilau alami kulit,” jelas Genevieve. Menurutnya, butter skin adalah tentang kulit yang terlihat lembap, segar, dan sehat bukan tertutup lapisan foundation tebal.
Sebagai langkah awal, Genevieve merekomendasikan primer yang memberikan kelembapan dan efek glowy. Selanjutnya, pilih concealer atau foundation dengan hasil akhir glowing sesuai kebutuhan coverage. Kini, banyak produk complexion ringan yang diperkaya kandungan skincare, sehingga cocok untuk berbagai jenis kulit.
Baca juga: Tren Positif di Industri Kesehatan dan Kecantikan, Permintaan Skincare hingga Suplemen Meningkat
Teknik Makeup untuk Hasil Maksimal
Highlighter menjadi salah satu kunci utama butter skin look. Namun, Genevieve mengingatkan untuk memilih highlighter dengan efek cahaya lembut dan menyatu alami dengan kulit. Hindari highlighter yang terlalu mencolok atau penuh glitter.
Ia menyarankan highlighter berbentuk krim atau cair karena lebih mudah menyatu dengan complexion dan menciptakan kilau dari dalam. Untuk alat aplikasi, Genevieve mengandalkan jari tangan dan satu kuas multifungsi. Kuas foundation yang padat membantu menghasilkan tampilan butter skin yang halus dan merata.
Dalam teknik pengaplikasian, Genevieve menggunakan kuas yang sama untuk foundation, bronzer krim, dan highlighter tanpa sering dibersihkan. Menurutnya, sisa produk pada kuas justru membantu menciptakan hasil akhir yang lebih natural dan menyatu.
Blush dan bronzer bisa diaplikasikan sesuai selera, sementara highlighter ditempatkan di titik tertinggi wajah seperti tulang pipi, rahang, dan dahi. Untuk sentuhan akhir, gunakan setting spray dengan efek glowing dan minimalkan penggunaan bedak, cukup di area berminyak saja.
Meski terlihat effortless, tampilan butter skin tetap memberi kesan rapi, segar, dan elegan bahkan saat diaplikasikan dalam waktu singkat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Harpersbazaar.com