Rabu, 04 FEBRUARI 2026 • 14:15 WIB

7 Risiko Sering Kuncir Rambut, Efeknya Bisa Lebih Serius dari yang Kamu Kira!

Author

Risiko sering menguncir rambut (Freepik)

INDOZONE.ID - Risiko sering kuncir rambut sering dianggap sepele karena terlihat praktis dan bikin tampilan lebih rapi.

Padahal, kebiasaan mengikat rambut hampir setiap hari ini, bisa memicu berbagai masalah tanpa kamu sadari. 

Dampaknya bukan cuma soal rambut rontok, tapi juga berpengaruh pada kesehatan kulit kepala dan kenyamanan tubuh.

Dalam jangka panjang, kebiasaan ini bahkan bisa memengaruhi penampilan dan kecantikan rambut.

Supaya nggak salah langkah, yuk kenali tujuh risiko sering kuncir rambut yang efeknya bisa lebih serius dari yang kamu kira.

Baca juga: Kim Kardashian Pamerkan Rambut Kuncir Kuda yang Panjang

7 Risiko Sering Kuncir Rambut 

Berikut beberapa risiko yang sering muncul akibat sering kuncir rambut setiap hari:

1. Rambut Jadi Mudah Rapuh dan Patah

Risiko sering kuncir rambut yang paling umum adalah rambut menjadi lebih rapuh dan mudah patah. Tekanan dari ikatan rambut yang terlalu kencang, apalagi dipakai dalam waktu lama membuat batang rambut melemah.

Jika dilakukan terus-menerus, rambut kamu akan kehilangan elastisitas alaminya dan jadi gampang rusak. Kondisi ini sering terjadi tanpa disadari karena rambut terlihat baik-baik saja di awal.

Nah, untuk menguranginya sebaiknya beri waktu rambut terurai beberapa jam setiap hari agar tidak terus tertarik.

2. Bikin Rambut Jadi Kusut

Risiko sering kuncir rambut juga bisa membuat rambut lebih mudah kusut dan sulit diatur. Saat rambut dikuncir, pastinya akan terjadi gesekan dan tarikan antar helai rambut dalam waktu lama.

Hal ini membuat batang rambut saling menumpuk dan kehilangan kerapihannya. Akibatnya, setelah dilepas, rambut justru butuh waktu lebih lama untuk dirapikan.

Inilah alasan kenapa rambut sering terasa lebih kusut meski sebelumnya terlihat rapi saat dikuncir.

3. Dapat Berisiko Kebotakan

Risiko sering kuncir rambut yang jarang disadari adalah meningkatnya kerontokan hingga kebotakan. Ikatan karet yang kencang membuat rambut di area tertentu terus tertarik dan mudah patah.

Jika kebiasaan ini berlangsung lama, akar rambut bisa melemah dan pertumbuhan rambutnya terganggu. Rambut yang sering ditarik juga lebih mudah rontok saat disisir atau keramas.

Bila dibiarkan, kondisi ini bisa berkembang menjadi kebotakan permanen di area tertentu.

Baca juga: 7 Cara Mengatasi Rambut Mengembang Akibat Musim Hujan, Anti Bad Hair Day!

4. Kulit Wajah Ikut Meregang

Risiko sering kuncir rambut tidak hanya berdampak pada rambut, tapi juga pada kulit wajah. Ikatan rambut yang kencang dapat menarik kulit kepala dan wajah secara terus-menerus.

Ketegangan ini membuat elastisitas kulit sekitar rambut berkurang seiring waktu. Akibatnya, wajah bisa terlihat lebih cepat kendur dan menua.

Oleh kaarena itu, penting untuk tidak mengikat rambut terlalu kencang setiap hari dan memberi waktu kulit untuk rileks.

5. Rambut Terlihat Kusam dan Kurang Berkilau

Risiko sering kuncir rambut juga bisa membuat rambut kehilangan kilau alaminya. Tarikan dan gesekan yang terus-menerus membuat lapisan luar rambut mudah rusak.

Akibatnya, rambut jadi terlihat kusam dan kurang sehat meski sering dirawat. Kilau alami rambut perlahan berkurang karena rambut tidak bisa mempertahankan kelembapannya.

Jika dibiarkan, rambut akan tampak lelah dan kurang menarik secara visual.

Baca juga: 5 Cara Praktis Menjaga Hasil Catokan Awet Seharian, biar Rambut Tetap On Point!

6. Menyebabkan Kulit Kepala Nyeri dan Sensitif

Risiko sering kuncir rambut juga bisa membuat kulit kepala terasa nyeri dan lebih sensitif. Tarikan dari ikatan rambut yang kencang memberi tekanan terus-menerus pada kulit kepala.

Lama-kelamaan, kondisi ini bisa menimbulkan rasa tidak nyaman, perih, bahkan sakit saat rambut disentuh. Beberapa orang juga merasakan sensasi cekit-cekit atau panas di area tertentu.

Jika dibiarkan, kulit kepala bisa menjadi lebih sensitif dan mudah iritasi.

7. Memicu Sakit Leher dan Punggung

Risiko sering kuncir rambut juga bisa memicu rasa sakit di area leher dan punggung. Posisi rambut yang terus tertarik memberi tekanan pada otot dan saraf di sekitarnya.

Ketegangan ini dapat menimbulkan rasa pegal hingga nyeri yang mengganggu aktivitas. Kondisi tersebut biasanya muncul jika rambut selalu diikat sepanjang hari.

Memberi jeda dengan melepas ikatan rambut dapat membantu mengurangi ketegangan pada leher dan punggung.

Jadi mulai sekarang, beri rambut waktu untuk bernapas ya agar tetap kuat, sehat, dan terlihat indah! 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Maisonkhemiri, Vogue

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU