Senin, 09 FEBRUARI 2026 • 17:15 WIB

Mengenal Coloboma: Kelainan Mata Langka yang Bisa Terjadi Sejak Lahir

Author

Ilustrasi Coloboma (Sumber: Gettyimage)

INDOZONE.ID - Coloboma mungkin masih terdengar asing bagi banyak orang, tetapi kondisi ini sebenarnya menyimpan cerita yang cukup kompleks tentang bagaimana mata terbentuk saat kita masih berada di dalam kandungan. Kamu mungkin pernah melihat foto mata dengan bentuk pupil yang tidak biasa, seperti lubang kunci atau mata kucing. Itu bisa jadi salah satu bentuk coloboma.

Coloboma adalah proses ketidaksempurnaan perkembangan mata yang terjadi sejak lahir dan, dalam beberapa kasus, dapat berdampak pada penglihatan, sensitivitas cahaya, hingga risiko gangguan mata lainnya. Meski tergolong langka, penting bagi kita untuk mengetahui lebih jauh tentang kondisi ini, mulai dari gejala hingga cara diagnosisnya.

Apa Itu Coloboma?

Coloboma merupakan kondisi bawaan sejak lahir, di mana ada bagian kecil pada mata yang tidak terbentuk secara sempurna. Saat bayi masih berkembang di dalam kandungan, terdapat bagian mata yang seharusnya menyatu, tetapi proses tersebut tidak berjalan sepenuhnya. Akibatnya, terbentuk celah atau bagian mata yang kurang lengkap.

Kondisi ini dapat terjadi pada satu mata saja atau kedua mata, tergantung seberapa besar bagian yang tidak terbentuk tersebut. Pada sebagian orang, coloboma hanya memengaruhi tampilan mata. Namun, pada kasus lainnya, kondisi ini juga dapat berdampak pada penglihatan.

Karena terjadi sejak masa perkembangan janin, coloboma bukanlah penyakit yang muncul di kemudian hari. Kondisi ini memang sudah ada sejak seseorang dilahirkan.

Baca juga: Mengenal 'Keratokonus', Kelainan Kornea Mata yang Biasanya Bulat Jadi Tipis

Jenis-Jenis Coloboma

Coloboma ternyata tidak hanya satu jenis. Bagian mata yang terdampak dapat berbeda-beda, tergantung pada jaringan mana yang tidak terbentuk sempurna. Karena letaknya berbeda, pengaruhnya terhadap penglihatan pun bisa tidak sama. Berikut beberapa jenis coloboma yang paling sering dijelaskan:

Coloboma iris
Jenis ini paling mudah dikenali. Iris, yaitu bagian mata yang berwarna, tidak terbentuk secara utuh sehingga pupil terlihat seperti lubang kunci atau memanjang ke bawah.

Coloboma retina
Pada jenis ini, bagian retina yang berfungsi menangkap cahaya tidak terbentuk sempurna. Dampaknya dapat berupa gangguan penglihatan atau hilangnya sebagian area penglihatan.

Coloboma saraf optik
Jika yang terdampak adalah saraf optik, yaitu penghubung antara mata dan otak, gangguan penglihatan yang terjadi bisa lebih berat karena jalur pengiriman sinyal visual tidak bekerja secara optimal.

Coloboma pada lensa atau kelopak mata
Selain bagian dalam mata, coloboma juga dapat terjadi pada lensa atau kelopak mata, meskipun kasusnya lebih jarang.

Setiap jenis coloboma memiliki dampak yang berbeda, tergantung bagian mata yang terlibat dan seberapa luas area yang tidak terbentuk tersebut.

Penyebab Coloboma: Bukan Salah Siapa-Siapa

Ilustrasi coloboma, kelainan mata langka. (Sumber: Gettyimage)

Banyak orang bertanya-tanya mengenai penyebab coloboma. Apakah kondisi ini dipengaruhi gaya hidup, makanan, atau faktor luar lainnya?

Pada dasarnya, coloboma terjadi karena proses perkembangan mata yang tidak berjalan sempurna sejak bayi masih berada di dalam kandungan. Saat embrio berkembang, terdapat bagian-bagian mata yang seharusnya menyatu, namun proses tersebut terhenti atau tidak selesai sepenuhnya.

Pembentukan mata berlangsung sangat cepat di awal kehamilan, terutama sekitar minggu ke-5 hingga ke-7. Pada fase ini, mata terbentuk dari sebuah celah kecil yang disebut optic fissure. Jika celah ini gagal menutup dengan sempurna, coloboma dapat terjadi.

Faktor genetik juga berperan dalam kondisi ini. Artinya, terdapat perubahan pada gen tertentu yang memengaruhi cara mata terbentuk. Dalam beberapa kasus, coloboma muncul bersamaan dengan sindrom genetik lain yang turut memengaruhi bagian tubuh selain mata.

Meski demikian, tidak semua penyebab genetik coloboma telah sepenuhnya dipahami. Penelitian dan kajian ilmiah mengenai kondisi ini masih terus berkembang hingga saat ini.

Gejala Coloboma: Apa yang Harus Kamu Waspadai?

Coloboma sering kali tidak menimbulkan gejala yang sama pada setiap orang. Sebagian orang bahkan tidak menyadari bahwa mereka mengalaminya, terutama jika coloboma berukuran kecil atau tidak memengaruhi bagian penting mata. Berikut beberapa gejala yang mungkin muncul:

  • Perubahan bentuk pupil
    Pupil terlihat seperti lubang kunci atau tidak bulat sempurna.
  • Penglihatan rendah atau gangguan penglihatan
    Tergantung pada ukuran coloboma dan bagian mata yang terpengaruh.
  • Sensitivitas terhadap cahaya
    Terjadi karena iris tidak bekerja secara maksimal dalam mengatur cahaya yang masuk ke mata.
  • Kesulitan dalam persepsi visual tertentu
    Misalnya, penurunan penglihatan tepi atau munculnya titik buta (blind spot) pada area tertentu dari bidang penglihatan.

Karena variasi gejala tersebut, tidak semua kasus coloboma dapat langsung terdeteksi saat lahir, terutama jika area yang terpengaruh berada di bagian dalam mata seperti retina atau saraf optik.

Baca juga: Peneliti: Covid-19 Dapat Menyebabkan Kelainan Mata yang Serius

Diagnosis dan Pengobatan

Jika kamu atau anggota keluarga mencurigai adanya coloboma, langkah awal yang biasanya dilakukan adalah pemeriksaan mata menyeluruh oleh dokter spesialis mata. Pemeriksaan ini dapat dilakukan sejak bayi baru lahir apabila tanda-tanda visual terlihat secara langsung.

Untuk diagnosis yang lebih detail, dokter mungkin akan menggunakan alat khusus guna melihat bagian dalam mata secara mendalam, menilai lokasi serta ukuran coloboma, dan mengetahui kemungkinan dampaknya terhadap penglihatan.

Hingga saat ini, coloboma belum dapat disembuhkan sepenuhnya karena bagian mata yang tidak terbentuk tidak bisa diperbaiki secara total dengan teknologi medis yang tersedia. Namun, terdapat sejumlah opsi penanganan yang bertujuan membantu fungsi visual maupun aspek estetika.

Beberapa di antaranya meliputi:

  • Kacamata atau lensa kontak untuk membantu penglihatan yang kurang tajam.
  • Lensa kontak khusus untuk memperbaiki tampilan pupil pada kasus iris coloboma.
  • Alat bantu penglihatan, seperti kaca pembesar atau perangkat elektronik, untuk membantu membaca atau melihat objek kecil.
  • Terapi penglihatan atau penanganan ambliopia jika salah satu mata lebih lemah dibandingkan mata lainnya.

Dalam kasus tertentu, dokter juga dapat merekomendasikan tindakan operasi kosmetik agar tampilan mata terlihat lebih simetris.

Coloboma memang tergolong kondisi yang jarang dan cukup kompleks. Namun, dengan informasi yang tepat, kita dapat lebih memahami apa yang sebenarnya terjadi ketika ada bagian mata yang tidak terbentuk sempurna sejak lahir. Kondisi ini bukan sesuatu yang muncul secara tiba-tiba setelah seseorang dilahirkan, melainkan telah terjadi sejak proses perkembangan mata di dalam kandungan.

Oleh karena itu, penting untuk mengenali tanda-tandanya sejak dini, rutin memeriksakan kesehatan mata, serta berdiskusi dengan dokter spesialis mata. Langkah-langkah ini dapat membantu menjaga fungsi penglihatan sekaligus kualitas hidup agar tetap optimal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Nei.nih.gov, Medlineplus.gov

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU