Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 20 JULI 2025 • 11:35 WIB

Mengenal 'Keratokonus', Kelainan Kornea Mata yang Biasanya Bulat Jadi Tipis

Mengenal Keratokonus , Kelainan Kornea Mata yang Biasanya Bulat Jadi TipisIlustrasi kornea berbentuk bulat, yang akan menipis apabila alami 'keratokonus'. (Pexels/Craig Adderley)

INDOZONE.ID - Buat sebagia orang, istilah keratokonus mungkin begitu asing didengar. Padahal, kondisi tersebut merupakan gangguan penglihatan yang terjadi ketika kornea mata—bagian depan mata yang biasanya berbentuk bulat—menjadi tipis dan membentuk kerucut.

Perubahan bentuk ini, menyebabkan cahaya yang masuk ke mata tidak dapat difokuskan secara tepat ke retina. Sehingga, penglihatan menjadi buram dan terdistorsi.

Penyebab dan Faktor Risiko

Dikutip dari American Optometric Association, ada beberapa faktor yang berperan dalam berkembangnya keratokonus antara lain:

  • Faktor keturunan: Sekitar satu dari sepuluh penderita keratokonus memiliki anggota keluarga dekat dengan kondisi serupa.
  • Kebiasaan menggosok mata secara agresif, terutama dengan jari.
  • Riwayat kondisi medis tertentu, seperti asma, alergi, sindrom Ehlers-Danlos, Down’s Syndrome, dan retinitis pigmentosa.

Baca juga: Hati-hati! Kopi Instan Dianggap Bisa Tingkatkan Risiko Gangguan Penglihatan hingga Tujuh Kali Lipat

Gejala Keratokonus

Pada tahap awal, keratokonus dapat menimbulkan gejala seperti:

  • Penglihatan buram atau terdistorsi ringan.
  • Sensitivitas terhadap cahaya dan silau meningkat.

Gejala biasanya mulai muncul pada usia remaja akhir atau awal 20-an. Kondisi ini dapat terus memburuk selama 10 hingga 20 tahun, sebelum akhirnya melambat. 

Keratokonus bisa memengaruhi kedua mata secara berbeda. Seiring perkembangan penyakit, kornea semakin menonjol dan bentuknya semakin tidak beraturan, yang menyebabkan gangguan penglihatan makin parah.

Mengenal Keratokonus , Kelainan Kornea Mata yang Biasanya Bulat Jadi TipisIlustrasi mata yang mengalami tanda keratokonus. (photo/istock/VladimirFLoyd)

Dalam beberapa kasus, kornea bisa membengkak secara tiba-tiba akibat pecahnya jaringan tipis akibat tekanan bentuk kerucut. Pembengkakan ini dapat berlangsung selama beberapa minggu atau bulan, sebelum akhirnya sembuh dan digantikan jaringan parut.

Jika hal tersebut terjadi, dokter dapat meresepkan obat tetes mata untuk mengurangi ketidaknyamanan sementara.

Diagnosis

Pemeriksaan rutin ke dokter optometri sangat penting, untuk mengukur kelengkungan kornea dan mendeteksi adanya astigmatisme tidak beraturan sejak dini.

Baca juga: Waspadai Keratitis, Peradangan Kornea yang Dapat Ganggu Penglihatan

Penanganan

Penanganan keratokonus tergantung pada tingkat keparahan kondisi:

  • Tahap awal: Kacamata atau lensa kontak lunak dapat digunakan untuk mengoreksi rabun jauh ringan dan astigmatisme.
  • Corneal cross-linking (CXL): Tindakan ini disarankan sejak awal diagnosis untuk memperkuat struktur kornea dan memperlambat perkembangan penyakit.
  • Lensa kontak gas permeabel kaku: Diperlukan saat kornea semakin menipis dan bentuknya berubah. Lensa ini harus disesuaikan dengan hati-hati, dan memerlukan kontrol rutin.
  • Transplantasi kornea: Dilakukan pada kasus yang berat, ketika metode lain tidak lagi efektif. Namun, setelah transplantasi pun, pasien tetap memerlukan kacamata atau lensa kontak untuk membantu penglihatan.
  • Implantasi lensa intraokular: Setelah kondisi stabil, prosedur ini dapat membantu mengoreksi kelainan refraksi yang tinggi, sehingga memungkinkan penggunaan kacamata atau lensa kontak biasa.
  • Intacs (implant kornea): Merupakan sisipan kecil yang membantu memperbaiki bentuk kornea dan mengurangi astigmatisme.

Oleh karena itu, keratokonus bukanlah kondisi yang dapat disembuhkan sepenuhnya. Namun, dengan deteksi dini dan penanganan yang tepat, gejala dapat dikendalikan, dan kualitas penglihatan dapat ditingkatkan. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: American Optometric Association

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Mengenal 'Keratokonus', Kelainan Kornea Mata yang Biasanya Bulat Jadi Tipis

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!