INDOZONE.ID - Jerawat memang sering datang di waktu yang paling menyebalkan. Besok ada acara penting, mau ketemu gebetan, atau harus tampil percaya diri di kantor, tiba-tiba muncul jerawat merah besar di wajah seperti tamu tak diundang.
Kalau kamu sedang berada di situasi itu, mungkin kamu pernah mendengar soal benzoyl peroxide, kandungan skincare yang sering disebut ampuh melawan jerawat membandel. Banyak produk obat jerawat, face wash, hingga acne-spot treatment memakai bahan ini karena dianggap bisa bikin jerawat cepat kering.
Tapi tunggu dulu, jangan langsung asal oles!
Meski terkenal ampuh, benzoyl peroxide juga bisa bikin kulit “ngamuk” kalau dipakai sembarangan. Bukannya jerawat hilang, wajah malah jadi kering, perih, dan iritasi.
Lalu sebenarnya seefektif apa kandungan ini untuk jerawat?
Benzoyl Peroxide Itu Apa? Kenapa Sering Jadi Andalan Pejuang Jerawat?
Bayangkan pori-pori wajah seperti “jalan raya”. Saat minyak berlebih, kotoran, dan sel kulit mati menumpuk, jalannya jadi macet total. Akibatnya? Muncul jerawat.
Nah, benzoyl peroxide bekerja seperti “petugas kebersihan” yang membersihkan pori-pori sekaligus melawan bakteri penyebab jerawat.
Kandungan ini membantu:
- Membunuh bakteri penyebab jerawat di bawah kulit
- Mengurangi penumpukan sel kulit mati
- Membantu membuka pori-pori yang tersumbat
- Mencegah jerawat baru muncul lagi
Itulah kenapa benzoyl peroxide cukup populer untuk mengatasi jerawat ringan hingga sedang.
Paling Ampuh untuk Jerawat Tipe Ini
Sayangnya, benzoyl peroxide bukan superhero untuk semua jenis jerawat.
Bahan ini biasanya lebih efektif untuk jerawat meradang yaitu jerawat yang merah, sakit saat disentuh, dan kadang berisi nanah. Jenis jerawat yang biasanya cocok ditangani dengan benzoyl peroxide adalah jerawat papula, pustula, nodul dan kista jerawat.
Kalau masalahmu lebih ke komedo baik blackhead atau whitehead, hasilnya mungkin tidak akan semaksimal yang kamu harapkan.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Pakai Benzoyl Peroxide
Banyak orang berpikir semakin banyak produk yang dioleskan, jerawat akan semakin cepat hilang. Padahal kulit punya batas kesabaran, sama seperti manusia yang bisa kesal kalau terus ditekan.
Pemakaian berlebihan justru bisa bikin kulit stres dan akhirnya iritasi. Maka, supaya aman, lebih baik kamu lakukan beberapa tips ini:
- Mulai dari kadar rendah: pilih konsentrasi rendah seperti 2,5 persen jika kamu baru pertama kali mencoba.
- Gunakan tipis-tipis saja: jerawat tidak perlu “ditenggelamkan” dengan produk.
- Pakai bertahap: mulai satu kali sehari dulu untuk melihat reaksi kulit.
- Jangan lupa pelembab: kulit tetap butuh hidrasi agar tidak kering seperti gurun pasir.
- Wajib sunscreen di pagi hari: kulit bisa lebih sensitif terhadap sinar matahari setelah memakai bahan aktif ini.
Efek Samping yang Sering Bikin Kaget
Walau terkenal ampuh, benzoyl peroxide tetap punya efek samping yang perlu diperhatikan. Beberapa reaksi yang sering muncul antara lain kulit kering, kemerahan, mengelupas, sensasi perih dan iritasi ringan.
Baca juga: Fungsi Salicylic Acid untuk Jerawat dan Komedo, Atasi Masalah Kulit Wajah
Kapan Harus Periksa ke Dokter?
Kalau jerawat makin parah setelah beberapa minggu pemakaian, wajah terasa seperti terbakar, atau iritasi semakin parah, sebaiknya segera konsultasi ke dokter kulit.
Kadang masalah jerawat bukan cuma soal skincare, tapi juga bisa dipengaruhi hormon, pola makan, stres, hingga kebiasaan sehari-hari.
Jangan Sampai Salah Langkah
Benzoyl peroxide memang bisa jadi penyelamat saat jerawat sedang “berulah”.
Tapi ingat, kandungan ini bukan sulap yang bikin wajah mulus dalam semalam. Kalau digunakan dengan benar, jerawat bisa lebih cepat kempes. Kalau asal pakai? Bisa-bisa kulitmu yang malah protes duluan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline