Senin, 11 MEI 2026 • 11:00 WIB

Sudah Pakai Benzoyl Peroxide tapi Komedo Nggak Hilang? Bisa Jadi Kamu Salah Obat dari Awal!

Author

Ilustrasi komedo di hidung (Istimewa)

INDOZONE.ID - Punya blackhead dan whitehead memang bikin geregetan. Baru dibersihkan, eh besok muncul lagi. Sudah beli skincare mahal, pakai obat jerawat viral, bahkan mencoba benzoyl peroxide yang katanya ampuh buat mengempeskan jerawat, tapi komedo tetap betah nongkrong di hidung, dagu, atau dahi.

Kalau kamu pernah mengalami hal ini, bisa jadi masalahnya bukan pada produknya yang “nggak bekerja”, tapi karena kamu memakai produk perawatan yang kurang tepat untuk jenis jerawat yang kamu punya.

Komedo Juga Termasuk Jerawat, Tapi “Versi Kalem”

Banyak orang mengira blackhead dan whitehead cuma masalah pori-pori kotor biasa. Padahal, dua masalah kulit ini tetap masuk kategori jerawat.

Bedanya, blackhead dan whitehead termasuk jerawat noninflamasi, alias jerawat yang tidak menyebabkan kemerahan, bengkak, atau rasa sakit seperti jerawat batu. Ibarat tamu tak diundang yang masuk diam-diam ke rumah, komedo muncul saat minyak berlebih, sel kulit mati, dan kotoran menyumbat pori-pori.

Kalau porinya tetap terbuka, sumbatan itu terpapar udara lalu mengalami oksidasi dan berubah warna menjadi hitam. Itulah yang disebut blackhead.

Sementara whitehead terjadi ketika pori yang tersumbat tertutup lapisan kulit, sehingga terlihat seperti bintik putih kecil yang sering terasa kasar saat diraba.

Kelihatannya sepele, tapi kalau dibiarkan terus, komedo bisa berkembang menjadi jerawat meradang yang lebih sulit diatasi.

Baca juga: Bye Komedo! Cara Ampuh Biar Wajah Bebas dari Komedo Bandel

Benzoyl Peroxide Memang Ampuh, Tapi Bukan Jagoan untuk Semua Masalah

Benzoyl peroxide sudah lama jadi “andalan” banyak orang untuk melawan jerawat. Kandungan ini bekerja dengan cara membunuh bakteri penyebab jerawat dan membantu mengurangi minyak berlebih di kulit.

Untuk jerawat merah yang meradang? Ya, cukup efektif.

Tapi untuk blackhead dan whitehead? Ceritanya bisa berbeda.

Benzoyl peroxide memang masih bisa membantu membersihkan pori-pori yang tersumbat, tetapi efeknya sering dianggap kurang maksimal jika tujuan utamanya adalah menghilangkan komedo membandel. Ibarat menggunakan payung saat rumah bocor dari atap, ada manfaatnya, tapi belum menyelesaikan akar masalah sepenuhnya.

Kandungan Ini Justru Lebih Direkomendasikan Dokter Kulit

Retinol, sebuah bentuk retinoid yang merupakan bagian dari Vitamin A, telah menjadi bahan yang populer dalam perawatan kulit. (freepik.com)

Banyak dermatolog justru menempatkan retinoid topikal sebagai pilihan utama untuk mengatasi komedo.

Bahan seperti adapalene 0,3% dan tretinoin dinilai lebih efektif karena bekerja langsung mempercepat pergantian sel kulit dan mencegah pori-pori tersumbat lagi.

Adapalene versi tertentu seperti Differin Gel 0,1% bahkan sudah tersedia bebas di apotek tanpa resep dokter. Sementara itu, tretinoin biasanya memerlukan resep karena formulanya lebih kuat dan penggunaannya harus disesuaikan dengan kondisi kulit.

Baca juga: Fungsi Salicylic Acid untuk Jerawat dan Komedo, Atasi Masalah Kulit Wajah

Jangan Asal Ikut Tren Skincare Viral

Skincare yang viral di media sosial belum tentu cocok untuk semua orang. Kulit punya kebutuhan berbeda, begitu juga jenis jerawatnya.

Kalau komedo kamu tidak kunjung membaik meski sudah rutin pakai berbagai produk, mungkin sudah waktunya konsultasi ke dokter kulit. Kadang masalahnya bukan karena kamu malas merawat wajah, melainkan karena kamu sedang melawan masalah kulit dengan “senjata” yang salah.

Jadi, sebelum checkout produk jerawat berikutnya karena tergoda review TikTok, pastikan dulu kamu tahu apa yang sebenarnya dibutuhkan kulitmu. Bisa jadi komedo bandelmu hilang bukan karena produk paling mahal, tapi karena perawatan yang tepat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Healthline

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU