Kamis, 04 JUNI 2026 • 15:05 WIB

Kulit Kusam dan Mulai Kendur? Masker Green Tea Bisa Hidupkan Kembali Sel Kulit yang Mati

Author

Ilustrasi masker green tea. (freepik)

INDOZONE.ID - Pernah bangun tidur, cermin, dan bertanya-tanya kenapa kulit terlihat lebih tua dari umur sebenarnya? 

Kusam, kendur, garis halus mulai muncul, padahal kamu belum usia 30-an. Fenomena ini dikenal sebagai: penuaan dini — dan penyebabnya jauh lebih banyak dari sekadar faktor usia.

Polusi, paparan sinar UV, kurang tidur, stres — semua itu mempercepat kerusakan sel kulit. 

Tapi ada kabar baik: di balik secangkir teh hijau yang biasa kamu konsumsi, tersimpan dua senjata alami yang terbukti secara ilmiah bisa melawan penuaan dini dari luar.

Baca juga: Manfaat Air Mawar Ternyata Bisa Membantu Mengatasi Kulit Kusam dan Kerutan

Dua Kandungan Senyawa Kunci dalam Green Tea untuk Kulit Awet Muda

Penuaan dini bukan hanya soal usia, tapi soal seberapa baik kamu merawat sel kulitmu. Green tea dengan senyawa EGCG dan Vitamin B-2-nya, punya jawaban ilmiah yang menarik untuk itu.

  • EGCG (Epigallocatechin Gallate): antioksidan paling poten dalam teh hijau. Terbukti mampu meremajakan sel kulit yang sekarat dan memperbaiki kerusakan sel akibat radikal bebas dan UV.
  • Vitamin B2 (Riboflavin): vitamin yang berperan menjaga kadar kolagen dalam kulit. Protein struktural yang menentukan kekencangan dan elastisitas kulit.

Baca juga: Rose Water Nggak Cuma Wangi, Ini Manfaatnya Buat Kulit!

Sebuah studi yang dipublikasikan pada 2003 mengungkapkan bahwa antioksidan EGCG yang melimpah dalam teh hijau memiliki kemampuan meremajakan sel kulit yang menua dan sekarat. 

Dengan melindungi sekaligus memperbaiki sel-sel tersebut, EGCG terbukti mampu melawan tanda-tanda penuaan dan membuat kulit kusam tampak lebih sehat dan bercahaya.

Bagaimana Penuaan Dini Terjadi dan Di mana EGCG Bekerja?

Penuaan dini terjadi akibat paparan sinar UV, polusi terus-menerus, serta radikal bebas yang menyerang sel kulit setiap hari. 

Hal itu menyebabkan sel kulit rusak dan kehilangan kemampuannya untuk meregenerasi sebagaimana mestinya. Akhirnya, tanda-tanda penuaan dini muncul, seperti kulit kusam, kendur, garis halus dan kerutan mulai terlihat.

Baca juga: Tidak Cuma Wangi, Rose Water Juga Punya Manfaat bagi Kulitmu

Dan disanalah EGCG bekerja. EGCG dapat meremajakan sel kulit yang “sekarat” dan melindungi dari kerusakan lebih lanjut. 

Kalau EGCG bekerja di level sel, Vitamin B-2 bekerja di level struktural kulit. Kolagen adalah protein yang membuat kulitmu terasa kenyal, padat, dan tidak mudah "jatuh." 

Dan Vitamin B-2 dalam teh hijau adalah salah satu nutrisi yang berperan langsung dalam menjaga kadar kolagen tetap optimal.

Baca juga: Air Beras Disebut Punya Khasiat untuk Mengatasi Jerawat hingga Eksim, Benarkah?

Cara Membuat Masker Teh Hijau Anti-Aging di Rumah

  1. Siapkan 1–2 sendok teh bubuk pure matcha atau ampas green tea dari satu kantong teh yang sudah diseduh.
  2. Campur dengan 1 sendok makan madu murni (untuk kulit kering) atau yogurt plain (untuk kulit berminyak).
  3. Tambahkan beberapa tetes minyak vitamin E atau aloe vera gel untuk efek anti-aging ekstra.
  4. Oleskan merata ke wajah yang sudah dibersihkan, hindari area mata dan bibir.
  5. Diamkan 15–20 menit, bilas dengan air hangat, lanjutkan dengan serum dan pelembab. Gunakan 2–3x seminggu.

Baca juga: Air Beras untuk Mengatasi Rambut Rusak, Rahasia Kecantikan Kuno yang Terbukti Secara Ilmiah

Tips tambahan: untuk hasil maksimal, kombinasikan masker green tea dengan konsumsi minuman green tea secara rutin. 

Manfaat EGCG dan Vitamin B2 bekerja dari dua arah: dari luar melalui aplikasi topikal, dan dari dalam melalui asupan oral. Keduanya saling melengkapi.

Penuaan memang tidak bisa dihentikan, tapi bisa diperlambat. Dan terkadang jawabannya bukan ada di produk skincare seharga ratusan hingga jutaan, tapi ada pada green tea yang sudah menemani peradaban Asia selama ribuan tahun.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Healthline

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU