INDOZONE.ID - Belakangan, media sosial ramai membahas soal opini mengenai wajah miskin yang identik dengan badan gemuk sedangkan wajah kaya identik dengan tubuh fit.
Meski terdengar kasar dan memicu perdebatan, ternyata fenomena ini memang pernah dibahas dalam berbagai penelitian sosial dan kesehatan masyarakat.
Banyak ahli menyebut kondisi tersebut sebagai Obesity–Poverty Paradox, yaitu fenomena ketika obesitas justru lebih sering ditemukan pada kelompok ekonomi tertentu di masyarakat modern.
Baca juga: 5 Kebiasaan Sederhana untuk Menjaga Tubuh Tetap Fit setelah Idul Adha
Kenapa Hal Ini Bisa Terjadi?
Dulu, tubuh gemuk sering dianggap sebagai simbol kemakmuran karena menunjukkan seseorang memiliki cukup makanan dan hidup berkecukupan. Namun, di era modern, persepsi itu mulai berubah.
Saat ini, menjaga tubuh fit justru membutuhkan biaya, waktu, dan akses yang tidak sedikit.
Mulai dari makanan sehat yang cenderung lebih mahal, membership gym atau fasilitas olahraga, akses edukasi kesehatan, waktu untuk olahraga dan istirahat, hingga gaya hidup yang lebih teratur.
Karena itu, tubuh fit perlahan dianggap sebagai simbol hidup mapan atau modern.
Tubuh Fit Kini Jadi Simbol Kemewahan Baru?
Di media sosial, muncul istilah bahwa tubuh sehat dan fit kini menjadi new luxury.
Alasannya karena untuk menjaga tubuh tetap ideal, seseorang sering membutuhkan waktu luang, kualitas tidur yang baik, makanan sehat, lingkungan yang mendukung, serta akses terhadap informasi kesehatan.
Hal-hal tersebut tidak selalu mudah dimiliki semua orang.
Namun, penting dipahami bahwa fenomena ini merupakan pola sosial dalam skala besar, bukan ukuran untuk menilai individu.
Baca juga: Ingin Tubuh Tetap Fit? Kenali 5 Manfaat Suntik Vitamin Booster yang Lagi Tren
Bentuk Tubuh Bukan Penentu Nilai Seseorang
Meski fenomena ini ramai dibahas, bentuk tubuh tetap tidak bisa dijadikan standar untuk menilai kemampuan, karakter, ataupun kondisi hidup seseorang.
Tidak semua orang bertubuh gemuk memiliki pola hidup buruk, dan tidak semua orang bertubuh fit pasti hidup berkecukupan.
Faktor genetik, kondisi kesehatan, hormon, hingga lingkungan juga sangat memengaruhi bentuk tubuh seseorang.
Karena itu, penting untuk melihat isu ini dari sudut pandang kesehatan dan sosial, bukan sebagai bahan untuk merendahkan atau menghakimi orang lain.
Pada akhirnya, kesehatan bukan soal penampilan semata, tetapi tentang bagaimana seseorang menjaga kualitas hidupnya secara keseluruhan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/adabtiv