Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 08 JULI 2025 • 18:05 WIB

Tari Dolalak, Kesenian Pertunjukan yang Kental Nuansa Kolonial

Tari Dolalak, Kesenian Pertunjukan yang Kental Nuansa KolonialTari dolalak

INDOZONE.ID - Purworejo, Jawa Tengah, punya sebuah kesenian Jawa yang kental dengan nuansa kolonial. Kesenian tersebut yakni Tari dolalak, yang sudah ada sejak 1915. 

Tari dolalak merupakan buah dari akulturasi antara kesenian Jawa dengan Kolonialisme. Pertunjukan ini masuk kategori seni modern.

Corak modern tersebut tampak dari atribut yang dikenakan para penari. Mereka mengenakan rompi layaknya prajurit yang sedang berbaris, topi, kacamata hitam, seledang, stocking dan kaos kaki. 

Baca juga: Seniman Gayo Akan Meriahkan Panggung Kesenian Maestro yang Ke-8 di Jakarta

Nama "Dolalak" sendiri diambil dari notasi nada diatonis musik Barat yang sering diucapkan selama bernyayi tahapan dan menari, yaitu do-la-la (1-6-6). 

Masyarakat Jawa setempat pada masa lalu lebih sering menlafalkan notasi tersebut dengan bunyi Dolalak. 

Pada awal kemunculannya tari dolalak hanya ditarikan oleh laki-laki saja. Pasalnya tari dolalak merupakan tarian yang terinspirasi dari serdadu Belanda yang tengah berbaris, lalu dikombinasikan dengan beberapa gerakan pancak silat. 

Namun, seiring berjalannya waktu, pakem tersebut mulai berubah. Mulai tahun 1970-1980-an tari dolalak mulai melibatkan penari perempuan.

Baca juga: Awa Odori, Tari Inklusif Warisan Dinasti Edo yang Bertahan hingga kini

Tarian ini biasanya digunakan sebagai tarian pembuka atau penyambut saat pagelaran budaya. Dalam pertunjukkannya, para pemain menari layaknya prajurit yang sedang latihan baris-berbaris.

Biasanya disediakan juga sesajen untuk roh leluhur. Sebab, tarian ini tidak hanya mengandung unsur estetika tetapi juga unsur spiritual.

Pemain akan "dirasuki" atau hanya sekedar "berkomunikasi" dengan para roh leluhur, makhluk tak kasat mata yang ingin berkomunikasi dengan para penari. 

Seiring perkembangan zaman eksistensi tari dolalak tidak padam. Justru karena keunikannya mulai banyak kaum muda yang melirik. Mereka juga ikut serta dalam melestarikan tarian tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: FACTUM: Jurnal Sejarah Dan Pendidikan Sejarah

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Tari Dolalak, Kesenian Pertunjukan yang Kental Nuansa Kolonial

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!