INDOZONE.ID - Tari Awa, juga dikenal sebagai Awa Odori, ialah tarian tradisional dari Provinsi Awa (sekarang Prefektur Tokushima), Jepang.
Tari ini dimainkan secara besar-besaran di berbagai kota dan desa di Prefektur Tokushima untuk menyambut perayaan Obon yang diadakan setiap tahun dari tanggal 12 hingga 15 Agustus.
Salah satu dari tiga festival terbesar di wilayah Shikoku adalah Awa Odori, yang pertama kali diselenggarakan sekitar 400 tahun yang lalu.
Baca juga: Bangga! Apple Kenalkan Tari Ratoh Jaroe dari Aceh, Bukti Budaya Indonesia Makin Dikenal Dunia
Asal-usul Awa Odori dapat ditelusuri kembali ke masa pemerintahan Hachisuka Iemasa, penguasa Tokushima pada akhir periode Edo.
Pada tahun 1586, setelah pembangunan kastil Tokushima, Hachisuka Iemasa memerintahkan penduduk untuk menari sebagai bagian dari perayaan.
Dari perayaan inilah, tari Awa mulai dikenal luas dan menjadi tradisi yang terus dilestarikan.
Ada juga yang mengatakan bahwa tari Awa berasal dari tarian yang digunakan untuk mendoakan agama Buddha.
Seiring waktu, festival ini berkembang dan menyebar, hingga menjadi sebuah perayaan besar yang melibatkan masyarakat dari berbagai lapisan.
Baca juga: Puasa Tasua dan Asyura 2025: Tradisi Penting di Awal Tahun Baru Islam
Tari Awa menampilkan penari yang menari dalam kelompok yang disebut ren.
Setiap kelompok dapat terdiri dari puluhan bahkan ratusan penari yang berpawai di jalan-jalan, menciptakan suasana yang sangat meriah dan dinamis.
Penari wanita menari dengan tubuh tegak dan menggerakkan tangan di atas kepala, sementara penari pria menari dengan pinggul yang rendah dan gerakan tangan dan kaki yang lebih dinamis.
Musik pengiringnya terdiri dari alat musik tradisional seperti shamisen, taiko (drum), tsuzumi (drum kecil), genta (lonceng), dan yokobue (seruling) dengan lagu yang sangat terkenal “Yoshikono”.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Jurnal