Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 13 AGUSTUS 2025 • 12:15 WIB

Menghidupkan Kembali Api Budaya: Sejarah Lahirnya Tradisi Cethik Geni di Desa Gatak

Menghidupkan Kembali Api Budaya: Sejarah Lahirnya Tradisi Cethik Geni di Desa GatakTradisi Cethik Geni di Desa Gatak

INDOZONE.ID - Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, tidak banyak desa yang mampu melahirkan tradisi baru yang kemudian berkembang menjadi festival kebanggaan bersama.

Namun, Desa Gatak, Klaten, Jawa Tengah, berhasil melakukannya melalui Tradisi Cethik Geni, sebuah perayaan budaya yang telah berlangsung rutin sejak 2018. Tradisi ini bermula dari obrolan sederhana. 

“Dulu awalnya di sini belum ada acara seperti ini. Lalu, dari teman-teman Kelanten, salah satunya Mas Yusy, ada ide membuat ogoh-ogoh berbentuk ular yang bagus sekali,” kenang penggagas Cethik Geni. 

Ide kreatif itu mendorong terbentuknya sebuah paguyuban bernama Goro Suworo, yang beranggotakan warga dari berbagai daerah seperti Bharapan, Merapi, dan Jalan Meriki.

Baca juga: SIPA 2025 Gandeng Patricia Arstuti: Budaya Indonesia, Gaya Gen Z!

Paguyuban ini kemudian menggelar berbagai kegiatan kebudayaan, berpindah dari satu wilayah ke wilayah lain. 

Dari Gondang Pabrik Gula hingga Merapi, setiap penyelenggaraan selalu membawa pertunjukan kesenian dan kuliner khas lokal. 

Dari situ, warga Gatak mulai mengembangkan acara yang akhirnya diberi nama Cethik Geni.

Makna Filosofis Api

Nama Cethik Geni sendiri mengandung makna mendalam. Geni berarti api, sementara cethik dapat dimaknai sebagai pemantik atau pemicu. 

Baca juga: Mengenal 6 Tari Tradisional Bali, Warisan Budaya yang Memesona

“Filosofinya, budaya yang sempat ‘padam’ diibaratkan seperti api yang mati, kemudian dinyalakan lagi supaya menyala terang,” jelas sang penggagas.

Seperti banyak inisiatif budaya, perjalanan awal Cethik Geni tidak selalu mulus. 

Sebagian warga awalnya ragu atau belum yakin dengan manfaat acara ini. Namun, pendekatan yang digunakan bukan paksaan, melainkan ajakan santai. 

“Kami mengundang mereka untuk ikut. Kalau mau, ya bagus. Kalau tidak, tetap kami hormati. Lama-lama, banyak yang tertarik karena melihat acaranya meriah,” ungkapnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Menghidupkan Kembali Api Budaya: Sejarah Lahirnya Tradisi Cethik Geni di Desa Gatak

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!