Ilustrasi Tradisi Hanami (facts.net)
INDOZONE.ID - Menyambut datangnya musim semi, Jepang kembali diselimuti pesona warna merah muda dari mekarnya ribuan pohon sakura di seluruh penjuru negeri.
Momen alami ini menandai dimulainya Hanami, sebuah tradisi tahunan masyarakat Jepang untuk berkumpul dan menikmati keindahan kelopak bunga yang bermekaran.
Tradisi ini bukan sekadar kegiatan piknik biasa di taman, melainkan refleksi budaya yang mendalam mengenai hubungan manusia dengan alam.
Informasi kebudayaan ini sangat menarik agar kamu dapat memahami kekayaan filosofi dari Negeri Sakura.
Baca juga: 30 Ucapan Hari Anak Nasional 2026 dalam Bahasa Inggris dan Artinya
Secara harfiah, Hanami berarti "melihat bunga", sebuah tradisi yang telah mengakar selama lebih dari seribu tahun sejak zaman Heian di Kyoto.
Awalnya, kegiatan menikmati keindahan bunga ini dipraktikkan oleh kalangan bangsawan untuk menggubah puisi sebelum akhirnya meluas ke seluruh lapisan masyarakat pada zaman Edo.
Hanami kini telah tumbuh menjadi warisan sejarah panjang yang terus dijaga kelestariannya secara turun-temurun.
Mekarnya bunga sakura hanya bertahan singkat, umumnya akan gugur dalam kurun waktu satu minggu saja.
Baca juga: 40 Ucapan Hari Anak Nasional 2026 yang Penuh Doa dan Harapan
Siklus hidup yang sangat singkat ini mencerminkan filosofi mono no aware, yaitu kesadaran akan ketidakkekalan dan keindahan momen yang singkat dalam hidup.
Fenomena alami ini mengajak kamu untuk belajar menghargai setiap detik keberadaan di masa kini.
Hanami dirayakan dengan menggelar tikar di bawah pepohonan sakura untuk menikmati makanan, minuman, dan bercengkerama bersama keluarga atau rekan kerja.
Beberapa lokasi paling terkenal untuk menikmati momen ini antara lain Taman Ueno di Tokyo, Taman Maruyama di Kyoto, dan Taman Kastil Osaka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Worldculturepost.com